Sepi Penumpang, Garuda Indonesia dan Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan ke Kupang

  • Bagikan
(ILUSTRASI) Terminal Baru Bandara El Tari Kupang Mulai Beroperasi, Selasa (31/3/2020).(Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com)

EXPONTT.COM – Penerapan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menghentikan sementara penerbangan ke Kupang, NTT.

Hal ini dikarenakan sepinya penumpang pasca Pemerintah menetapkan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Mengutip Antara, saat ini hanya maskapai penerbangan Batik Air, Wings Air dan Citilink yang masih melakukan penerbangan ke Kupang.

Humas PT Angkasa Pura I atau AP I (Persero) Bandara El Tari, Rahmat Sugeng menyebut, penutupan ini dikarenakan pihak maskapaai tidak menutupi biaya operasional.

Baca juga: Ungkit Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid, Polisi Gadungan Nyaris Peras RSU Siloam Kupang

“Lion Air menutup (sementara) operasinya ke wilayah NTT karena tidak menutupi biaya operasional setelah PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Tetapi nanti akan dibuka kembali Rabu 21 Juli (2021),” ujar Rahmat beberapa waktu lalu.

Terkait minimnya jadwal pesawat yang mendarat, maka pengelola bandara juga mengurangi jam operasional dari pukul 06.00 – 16.00 wita menjadi 06.00 – 15.00 wita.

Ia menambahkan, penghentian sementara operasional dua maskapai penerbangan tersebut berdampak pada jumlah pelaku perjalanan udara melalui Bandara El Tari Kupang.

Pada 1 Juli 2021, misalnya, jumlah pesawat yang tiba dan terbang mencapai 50 pesawat dengan total jumlah penumpang hingga 3.309 orang.

Baca juga: Hilang Saat Rayakan Ultah di Hutan, 7 Pemuda Manggarai Ditemukan Lemas

Namun, pada 13 Juli 2021, jumlah pesawat turun hingga 19 pesawat dan jumlah penumpang juga turun hingga 675 orang.

“Jika dipersentasekan, terjadi penurunan jumlah lalu lintas pesawat mencapai 53 persen, sementara penumpang mencapai 132 persen,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan trafik penumpang di sejumlah bandara kelolaan AP I akibat PPKM Darurat.

Pada 3-4 Juli 2021, pergerakan penumpang turun dari 85.256 orang menjadi 73.214 orang.

Sedangkan pada 5 Juli 2021, angka tersebut turun drastis hingga 25.035 orang.

  • Bagikan