Wartawan asal Mauponggo Flores Albert Jata  Meninggal Dunia

  • Bagikan
Almarhum Albert Jata

♦ Rumah Sakit Matraman Jakarta ‘Membunuh’ Pasien Covid

 

EXPONTT.COM – Warga Nagekeo di Jakarta berduka lagi hari ini atas berpulangnya salah satu tokoh senior Albertus Jata akibat terserang virus covid. Albert akhirnya meninggal setelah berjuang 5 hari selama perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Matraman, Jakarta Timur Senin 19 Juli 2021.

Albert adalah wartawan senior, pemilik tabloid Bentara dan portal berita eastindonesia.co, dengan fokus pemberitaan untuk publik Indonesia bagian timur. Albert juga bekerja di beberapa media ibukota, media militer dan Flores Pos edisi Jakarta. Dia juga seorang fotografer ternama di ibukota Jakarta, disamping mengelola agen koran terbesar di wilayah Jakarta Timur.

Albert meninggal di usia 57 tahun, lahir 15 Oktober 1964 di Mauponggo, Nagekeo, Flores, NTT. “Saya sangat sedih karena kami gagal mencari ventilator untuk Albert karena memang sekarang ini sangat sulit mendapatkan ventilator,” ujar John Luku, sahabat Albert, sejak pertama datang ke Jakarta tahun 1986.

Wina, istri Albert, menerangkan kepada Redaksi eNBe Indonesia, pagi ini bahwa suaminya meninggal tadi pagi sekitar jam 1 WIB, karena saturasi sangat rendah di level 80. “Sudah 5 hari di RSUD Matraman, Albert seharusnya masuk ICU karena jatuh pingsan dan saturasi tinggal 80. Tapi ruang ICU penuh. Kami sudah mencari ruang ICU di rumah sakit lain beberapa hari, dan akhirnya dapat di rumah sakit Persahabatan. Tapi pihak RSUD Matraman mengatakan tidak bisa karena itu prosedur mereka.”

Wina mengaku dibantu keluarga dari Nagekeo, Yon Doy, mendesak pihak RSUD Matraman tapi tetap saja tidak direspon. Akhirnya, suaminya pun tak tertolong. “Dia (Albert) telpon saya dan bilang sudah tidak kuat lagi dan katanya sudah sakrat maut. Lalu dia sampaikan maaf ke saya. Tidak lama saya dikabarin suamiku meninggal,” cerita Wina.

Hingga saat ini Wina masih menunggu kepastian dari pihak Satgas Covid, termasuk di pekuburan mana di Jakarta, almarhum Albert akan dikebumikan. Wina sudah mengabarkan berita pilu ini kepada keluarga di Flores, dan meminta maaf dan pengertian dari keluarga karena situasi hari-hari ini yang membatasi apapun.

Redaksi eNBe Indonesia sudah berusaha menghubungi Yon Ndoy, namun belum direspon, untuk mendapatkan keterangan tentang sikap RSUD Matraman yang tidak mengijinkan pasien Albert pindah ke rumah sakit Persahabatan. Untuk diketahui, rumah sakit mendapat bayaran tinggi bagi setiap pasien covid yang meninggal.

Di mata John Luku, sahabat karib Albert, Albert adalah sosok pendiam, kalem, tapi selalu positif tentang orang lain. “Dia Albert yang saya tahu, selalu ingin membesarkan orang lain lewat tulisan-tulisannya.” John dan Albert pertama belajar mengetik mesin tik (11 jari) di kantor senior Nagekeo di Jakarta, Vitalis Ranggawea. ♦ wjr

  • Bagikan