EXPONTT.COM – Kasus aktif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang naik signifikan dalam sepekan mendapatkan sorotan dari Presiden Jokowi.
Peringatan kepada Provinsi NTT disampaikan Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas Evaluasi Perkembangan dan Tindak Lanjut PPKM Level 4 di Istana Kepresidenan Bogor, 7 Agustus 2021.
“Yang perlu hati-hati, NTT. NTT hati-hati,” tekan Jokowi yang dikutip Minggu 8 Agustus 2021 dari CNBC.
Jokowi kemudian memaparkan data yang diterima dalam sepekan ini menyebut, penambahan kasus aktif di NTT awalnya hanya di bawah seribu kasus, namun naik menjadi hampir 4 ribu kasus baru per harinya.
Baca juga:Demi Perawatan Covid-19 di Jakarta, Pasutri Ini Habiskan Rp.400 Juta Untuk Sewa Pesawat
Secara rinci, jumlah kasus aktif NTT selama sepekan ini adalah:
1 Agustus 886 kasus baru
2 Agustus 410 kasus baru
3 Agustus 608 kasus baru
4 Agustus 530 kasus baru
6 Agustus 3.598 kasus baru
“Angka-angka yang seperti ini harus direspons secara cepat,” ujarnya.
Ia memerintahkan para jajaran untuk melakukan tiga hal penting untuk menekan penyebaran kasus ini. Pertama, mengerem mobilitas masyarakat setidaknya selama dua pekan.
Baca juga: Pemkot Kupang Targetkan 80 Persen Warga Sudah Tervaksinasi Bulan September
Kedua, merespons secara cepat hasil testing dan tracing agar orang yang telah terpapar virus tidak menularkan lebih luas lagi.
“Berkaitan dengan testing dan tracing segera ditemukan siapa orang-orang yang memiliki kasus positif ini. Segera temukan, merespon secara cepat, karena ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau nggak orang yang punya kasus positif udah kemana-mana, menyebar ke mana-mana. Segera temukan,” kata dia.
Ketiga, menyiapkan tempat isolasi terpusat di semua daerah untuk pasien yang terpapar Covid-19.
“Ini tugasnya Gubernur/Bupati/Wali Kota untuk menyiapkan isolasi terpusat di kota masing-masing. Bisa jumlahnya satu, 2, 10. Bisa memakai sekolah, saya lihat beberapa provinsi di Jawa memakai sekolah, memakai balai, gedung-gedung olahraga, diberi tempat tidur yang nyaman, bawa mereka kesana,” imbuhnya.
“Ini pengalaman di provinsi-provinsi yang ada di Jawa yang bisa turun, 3 hal ini dilakukan,” tegasnya.








