Undana Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

  • Bagikan
Dr. Simplesius Asa

EXPONTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terkait ‘pemberitaan’ yang menyebutkan pihaknya ‘telah merampas’ laboratorium Biokesmas NTT.

“Terhadap pemberitaan subyek hukumya kami menentukan setelah mengumpulkan bukti-bukti,” kata Dosen Fakultas Hukum Undana, Simplesius Asa kepada wartawan dalam jumpa pers di Auditorium Undana, Kamis 26 Agustus 2021.

Namun, tambahnya, subyek hukum tidak terkait dengan pemberitaan yang ditulis wartawan. Menurutnya, ‘pemberitaan’ yang disebutkan tersebut telah mencemarkan nama baik Universitas Nusa Cendana.

“Undana akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terkait pemberitaan yang pada prinsipnya melakukan pencemaran nama baik dan pembohongan publik kepada Undana,” kata Simplesius Asa.

Tidak Kerjasama dengan FAN

Fredrik Benu dan Elcid Li

Seperti diwartakan expontt.com, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Nusa Tenggara Timur (NTT), Fredrik Benu mengamuk dan nyaris adu jotos dengan anggota Forum Academia Nusa Tenggara Timur (FAN), Elcid Li terkait kisruh penutupan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) pada Selasa 24 Agustus 2021.

Menurut Fred Benu,pihaknya tidak ada kerjasama dengan FAN,namun dituduh Undana ‘merampok’.” Saya tegaskan tidak merampok itu lab, kami punya nota kesepakatan dengan Gubenur NTT,” tegas Fred Benu kepada expontt.com Kamis 26 Agustus 2021.

Fredrik Benu bersikeras ingin menutup laboratorium tersebut. Ia menganggap laboratorium tersebut telah melanggar ketentuan yang berlaku.

Fredrik menyebut laboratorium tersebut tidak mempunyai dokter patologi.
Namun, upaya penutupan itu mendapat respons keras dari Forum Academia NTT. Elcid sebagai salah satu bagian dari forum tersebut menentang dan tak mau pindah. Keduanya saling bersitegang dan mempertahankan kehendak masing-masing.

 

“Kami dari Undana tidak ada nota kesepahaman kerjasama dengan FAN, kami sudah kerja sesuai sistem. Yang jelas, kita Undana, Dinkes NTT dan Dinkes Kota Kupang sudah ke lab dalam rangka mengatur agar lab bisa beroperasi dengan catatan ada dokter patologi klinik yang bertanggungjawab sesuai arahan Bapak Gubernur VBL. Koq natan saya dengan gesture ancang-ancag mau adu fisik.

Yang benar saja, emang FAN siapa? Koq tidak mau tunduk dengan regulasi. Ada sebenarnya dibalik semua ini. Koq tuduh Undana menutup lab secara sepihak, saya tidak punya otoritas untuk menutup, sementara karena tidak ada dokter karena tidak ada dokter spesialis patologi yang mengawasi,” jelas Fred Benu kepada expontt.com 26 Agustus 2021.

Berdasarkan Press Release Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat yang mengatasnamakan Ketua Tim Lab Biokesmas Fainmarinat Inabuy, FAN berkontribusi terhadap laboratium tersebut. Sumber dana operasional Lab selama ini berasal dari Pemprov NTT (95,849 persen), FAN (3,691 persen), dan Universitas Nusa Cendana (0,459 persen).

Laboratorium tersebut beralamat di RS Undana di Jalan Jenderal Soeharto nomor 72 Naikoten I, Kota Raja, Kupang NTT. Lab Biokesmas diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan Agus Putranto, dan Gubernur Provinsi NTT, Bapak Victor B. Laiskodat, pada tanggal 16 Oktober 2020, dengan dihadiri pimpinan Forum Academia NTT dan pimpinan Universitas Nusa Cendana.

Sebelumnya, upaya penutupan laboratorium Biokesmas oleh Rektorat, juga didasarkan pada Surat Dinkes Kota Kupang nomor 441. 806.903/VIII/2021 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Lab Biokesmas. Dinas Kesehatan Kota Kupang meminta operasional lab dihentikan karena sejumlah alasan, diantaranya Lab tidak mempunyai penanggung jawab seorang dokter. Selain itu, Tenaga Analis yang bekerja pada Lab tersebut juga tidak mempunyai izin praktik.

Saat pertemuan Rektor dengan perwakilan FAN, situasi semakin panas ketika Elcid disebut melempar tas ke arah Fredrik. Fredrik yang duduk di kursi seberang Elcid pun sontak berdiri dan lari ke arahnya.
“Keluar sekarang, hari ini!” kata Fredrik dengan nada tinggi.

Fredrik marah sambil menunjuk-nunjuk Elcid. Mereka nyaris adu fisik. Namun, sejumlah orang yang ada di kampus Undana itu mencoba melerai. Amarah Fredrik pun mereda setelah pemuka agama menasihatinya.

Menanggapi kemarahan sang rektor, Elcid bersikukuh tidak mau pindah. Menurut Elcid, laboratorium itu hanya melakukan tes Covid dan tidak melakukan perawatan kepada pasien.

Fredrik, seperti diwartakan cnnindonesia.com, sempat menutup lab tersebut lewat surat yang diterbitkan pada 23 Agustus 2021. Forum Academia NTT pun lantas membuat petisi agar lab tersebut tetap beroperasi. Dalam petisi tersebut dikatakan, semua syarat sudah diperiksa oleh Litbangkes dan semuanya terpenuhi sehingga sudah ada Surat Izin Operasional dari Litbangkes RI.

Mereka menyebut rektor Undana tidak berhak menutup lab tersebut sebab Lab Biokesmas adalah milik Pemprov NTT bukan milik Undana.

Selain itu, mereka juga mengklaim memberikan tes Covid gratis untuk warga. Sehingga, pihak lab meminta agar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan pemerintah daerah turun tangan untuk menyelesaikan sengketa tersebut. ♦ wjr

  • Bagikan