Alex Riwu Kaho Dipuji Kajati NTT

EXPONTT.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Yulianto, memuji kinerja Dirut Bank NTT Alex Riwu diancungi jempol. Pujian ini sangat beralasan, karena Alex Riwu Kaho baru setahun lebih memangku jabatan ini. Selama menjadi Dirut Bank NTT belum ada kasus yang merugikan daerah dalam berbagai proyek. Hal ini juga diharapkan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam obrolan dengan expontt.com saat kunjungan ke Manggarai Timur Jui 2020.

Gubernur VBL mengahrapkan Alex Riwu Kaho memimpin dengan sunggu bank milik rakyat NTT. Dalam perjalanan waktu yang terbilang belum genap dua tahun,Alex sudah memperlihat reputasinya dengan menciptakan berbagai program pro rakyat seperti membina UMKM dan kaum petani di seluruh NTT.

Pengakuan dan pujian Kajati NTT diharapkan menjeadi pesan bermakna bagi semua pimpin  Bank NTT dari kantor pusat, kantor cabang utama, kantor cabang,sampai ketingkat kecamatan agar dalam memberi pinjaman kepada pihak ketiga jangan anda indikasi keuntungan diri,orang lain maupun peminjam.Ini menjadi harapan gubernur selaku pemegang saham pengendali Bank NTT.

Kajati NTT mengakui, Bank NTT menjadi sehat, dikarenakan kinerja Direktur Utama Alex Riwu Kaho yang sangat luar biasa saat ini dan patut diacungi jempol karena berhasil membuat Bank NTT menjadi sehat. “Saya perlu berikan apresiasi kepada Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat ini. Karena kinerjanya yang luar biasa sehingga Bank NTT kini menjadi Bank yang sehat,” kata Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H kepada wartawan dalam konfrensi pers di Kejati NTT, Selasa 7 September 2021 dalam acara penyerahan uang hasil sitaan jaksa yang dikorup oleh sejumlah peminjam.Diakui Kajati, seperti rilis realitarakyat.com,posisi Bank NTT pada tahun – tahun sebelumnya kurang begitu baik. Namun, saat kepemimpinan Direktur Utama  Bank NTT saat ini Bank NTT menjadi lebih baik dan dinyatakan sehat.

 

Rp 11,6 Milyar

Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 7 September 2021 menyerahkan uang sitaan kasus korupsi Bank NTT Surabaya sebesar Rp11,6 Miliar lebih ke Bank NTT.

“Ini uang hasil sitaan yang kami serahkan ke Bank NTT, karena kasusnya sudah inkrah,” kata Kajati NTT, Yulianto kepada wartawan nttterkini.id.

Dalam kasus korupsi Bank NTT Surabaya, menurut dia, berdasarkan perhitungan kerugian negara mencapai Rp128 Miliar, dan sekarang uang sitaan yang berhasil terkumpul sebesar Rp11,6 Miliar lebih.

“Total kerugian negara berdasarkan perhitungan mencapai Rp128 miliar,” katanya.

Selain uang, katanya, ada juga barang bergerak dan tidak bergerak yang disita. Sehingga total perhitungan uang ditambah barang bergerak dan tidak bergerak menjadi Rp138 miliar.

“Uang kelebihannya akan dikembalikan, karena hanya kerugian negara yang harus dikembalikan ke Bank NTT,” katanya.

Uang yang dikembalikan ini, kata dia, merupakan hasil sitaan dari sejumlah tersangka dalam kasus korupsi Bank NTT Surabaya.

“Uang sitaan itu dititip sementara di Bank Mandiri tanpa bunga, dan hari ini kami serahkan ke Bank NTT,” katanya.

Uang sebesar Rp11,6 miliar lebih diserahkan Kejati ke Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho di aula Kejati NTT. ♦ wjr