Nasib Leo Lelo dan Jefri Riwu Koreh Ditentukan 24 September 2021

  • Bagikan

♦ Kondisi  Partai Demokrat Sedang Terpuruk

 

EXPONTT.COM – Musyawarah Daerah atau Musda DPD Partai Demokrat NTT  Jumat 24 September 2021 akan menentukan siapa yang dipilih peerta Musda dalam memilih Ketua DPD Partai Demokrat NTT. Apakah Ketua DPD Partai Demokrat NTT sekarang akan terpilih lagi secara ‘mutlak’ sehingga kembali terpilih? Ataukah Leo Lelo yang sekarang anggota DPRD NTT yang akan menggusur Jefri Riwu Kore?

Leo Lelo kepada expontt.com Sabtu 11 September 2021 menjelaskan,dirinya sangat memenuhi syarat.  Selain didukung 12 DPC juga ranking dukungan diperkirakan mencapai 60 persen. “ Semua kader punya hak untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat NTT dan silahkan umumkan ke publik,” katanya.

Heri Kadja selaku Ketua Tim Suksesi Jefri Riwu Kore, berpendapat,” Dari peta politik, dipastikan Pak Jefri Riwu Kore akan terpilih lagi dan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTT pada periode berikut. Sistem Musda Partai Demokrat sekarang berbeda system yang lalu.  Sekarang system zoom atau daring.

Kedua calon Pak Jefri dan Pak Leo akan di tes kelayakan atau tidak oleh DPP. Jadi DPP yang menentukan. Pak Jefri di DPP memilik kedekatan dengan semua pengurus DPP. Pada konggres suksesi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Pak Jefri yang pertama mendukung dan mengingatkan Pak AHY bahwa akan ada orang-orang atau tokoh yang berpengaruh di lingkungan Istana Negara yang akan merebut ketua umum PD. Dan pada akhirnya benar, sehingga dua minggu kemudian baru AHY menggelar jumpa pers soal kisruh DPP PD,” jelas Heri Kadja menjawab pertanyaan expontt.com Minggu 12 September 2021.

Perjuangan Jefri Riwu Kore pada saat konggres terlihat Nampak di layar televisi bersama-sama pengurus dan AHY. Walau peta politik secara metafisika demikian, Leo Lelo mengaku optimis bisa memenangkan pertarungan pada Musda 24 September 2021 nanti. Siapakah yang paling kuat?

Sejak Jefri Riwu Kore sebagai Ketua DPD PD NTT perolehan kursi di DPRD NTT turun dratis dan hanya empat kursi yaitu Satu Kota Kupang, Dapil II Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu tanpa wakil, halnya Dapil III Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tenga dan Sumba Barat Daya juga tidak ada kader PD yang terpilih, Dapil IV Manggarai Raya hanya mendapatkan satu anggota dewan atas nama Bony Djebarus, Dapil V Nagekeo, Ended an Sikka hanya satu yang terpilih yaitu Leo Lelo yang kini sedang merebutkan posisi ketua, Dapil VI yaitu Flotim, Lembata dan Alor tidak ada kader PD yang terpilih, Dapil VII TTU, Belu dan Malaka hanya satu anggota DPRD yang terpilih yaitu Anselmus Tallo dan Dapil VIII  TTS hanya satu anggota dewan yaitu Reny Marlina Un.

Secara peta politik,kepemimpinan Jefri Riwu Kore belum dapat mendongkrak peroleh suara Partai Demokrat diseluruh NTT. Pengamat politik Servas Lawang berpendapat,” Selayaknya Pak Leo Lelo yang kita pilih untuk kali berikut.Pak Jefri kurang berpengaruh di mata rakyat NTT. Buktinya suara partai democrat pada Pemilu 2019 turun sampai 50 persen  di DPRD hanya 4 kursi.

Sedangkan dua anggota DPR RI Jacoba Gah dan Beny Kabur Harman terpilih karena pengaruh Ketua DPD PD Jefri Riwu Kore. Supaya Partai Demokrat bisa berkibar lagi di NTT harus pilih Leo Lelo supaya ada perubahan dan penambahan suara. Tetapi kalau DPP yang menentukan bahwa Jefri Terpilih lagi,maka Partai Demokrat NTT akan menghilang dari bumi NTT, “ jelas Servas Lawang mantan anggota DPRD NTT yang kini jadi pengusaha ternak babi dan kambing.

Ditambahkan Servas Lawang,” Kalau Partai Demokrat mau tetapi eksis di Indonesia termasuk NTT harus memilih ketua yang militant punya pengaruh sehingga rakyat NTT memilih partai ini pada Pemulu 2024 nanti,” tambah Servas Lawang yang menambahkan jika hanya karena punya kedekatan dengan AHY atau DPP dan punya uang bagaimana partai bisa maju.” ♦ wjr

  • Bagikan