Anita Gah: Musda 24 September 2021 Pilih Yang Bisa Melalukan Perubahan PD

  • Bagikan

EXPONTT.COM – Anita Jocoba Gah, kader militan Partai Demokrat sejak partai ini didirikan 20 tahun silam mengimbau agar peserta Musda 24 September 2021 memilih dengan hati nurani dua kader Jefri Riwu Kore dan Leo Lelo yang bisa melalukan perubahan dan membesarkan partai.

Yang dimaksudkan perubahan menurut Anita Gah dalam obrolan santai dengan expontt.com Selasa, 14 September 2021 yaitu Ketua DPD I Partai Demokrat NTT yang membawa perubahan. Yang dimaksud dengan perubahan yaitu membesarkan PD (Partai Demokrat) di NTT, bisa menambah suara dan jumlah anggota dewan di DPRD NTT yang pada perode sebelumnya delapan anggota dewan dan mampu membawa kejayaan partai seperti tahun 2004.

Ketua DPD I NTT yang terpilih nanti 24 September 2021, tegas Anita Gah mampu mempersatukan seluruh kader PD untuk berjuang demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat NTT keseluruhan. ”Jadi harus punya kemampuan menciptakan suasana baru partai ini dan berkeadilan.” Artinya ketua yang dipilih nanti harus punya akses luas dengan rakyat NTT dari berbagai suku, agama dan maupun ras dan golongan,” harap Anita.

Perlu diketahui, pada awal pendiriannya, Partai Demokrat menjadi partai fenomenal. Partai yang didirikan pada 9 September 2001 itu memenangkan Pemilu pada usia delapan tahun, 2009 lalu. Saat menang Pemilu, Partai Demokrat memperoleh 150 kursi (26,4%) di DPR RI, setelah mendapat 21.703.137 total suara (20,4%). ”Saya mengharapkan ketua yang dipilih peserta Musda 24 September 2021 mendatang harus membawa angin segar dan menyejukan dan berkeadilan,” harap Anita anggota DPR RI dari PD.

Seperrti diwartakan sebelumnya, Laurensius Tari Wungo, politisi dan mantan anggota DPRD mengaku prihatin dengan persoalan carut marutnya kondisi Partai Demokrat NTT khususnya. Terkait akan diselenggarakan Musda PD 24 September 2021 mendatang, Lorens berpendapat,” Sebaiknya DPP PD mempertimbangkan dengan cermat situasi dan kondisi PD NTT. Ketua DPD PD NTT Pak Jefri Riwu Kore ternyata tidak berpengaruh pada perolehan suara pada Pemilu 2019. Anggota DPRD NTT yang pada Pemilu sebelumnya 2014 menghasilkan 8 anggota dewan di DPRD NTT.Ketika PD di pimpin Jefri Riwu Kore bukan maju, malah melorot sampai 50 persen. Hanya mengahilkan 4 anggota DPRD dari Belu, TTS, Manggarai Raya dan Flores Timur. Saya boleh sarankan agar pada Musda SBY, AHY memertimbangkan agar Leo Lelo yang dipilih. Kalau Pak Leo yang dipilih menjadi Ketua DPD PD NTT, pada Pemilu nanti PD bisa meraih suara yang sifnigkan. Pak Jefri yang bilang punya banyak uang atau punya akses dan kedekatan dengan AHY tidak menjamin PD NTT akan maju,namun akan melorot,” tegas Loresn T Wungo menjawab expontt.com Senin 13 September 2021 di pelataran PRD NTT.

Servas Lawang yang juga politisi dan mantan anggota DPRD NTT juga mendukung pandangan pernyataan Anita Gah dan  Lores T. Wungo. Di wartakan media ini sebelumnya, Servas Lawang berpendapat,” Jika SBY, AHY  dan Edhy Baskoro selaku pengurus teras dan pengambil keputusan agar mempertimbangkan dengan matang, jika mau agar PD di NTT atau Indonesia pada umumnya ada perubahan suara dan jumlah anggota dewan pada Pemilu 2024 nanti.Kalau karena Jefri Riwu Kore yang ditetapkan sebagai Ketua DPD I NTT nanti atas pertimbangan subyektif Ketua Majelis Tinggi, Ketum AHU dan Sekjen Edy Baskoro,sangat pasti Partai Demokrat NTT akan tidak dapat suara. Leo Lelo adalah politisi militan yang hanya punya niat baik memajukan partai. Leo hanya punya satu misi yaitu memajukan partai dan melakukan perubahan. Kalau DPP mempertimbangkan karena Jefri dekat dan punya akses sangat melekat ke Cikeas, saya pastikan bahwa Partai Demokrat NTT akan sirna tanpa bekas. Sebelumnya PD punya delapan anggota dewan di DPRD NTT tetapi ketika Jefri Riwu Kore yang pimpin tinggal hanya empat kursi. Ini sebuah kemunduran,” tegas Servas Lawang kepada expontt.com Selasa 14 September 2021 pagi.

  • Bagikan