PPKM Kota Kupang Turun ke Level 2

  • Bagikan

Secara Nasional PPKM Diperpanjang Sampai 18 Oktober 2021

EXPONTT.COM – PPKM Kota Kupang sudah turun dari PPKM Level 3 ke PPKM Level 2 sejak Senin 4 Oktober 2021. Sesuai Instruksi Mendagri Tito Karnavian Nomor 48 Tahun 2021, PPKM level 2 juga termasuk 20 kabupaten lainnya, kecuali Kabupaten Sumba Tengah PPKM Level 3.

Sesuai aturan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), PPKM level 2 diterapkan di daerah dengan angka kasus positif Covid-19 antara 20 dan kurang dari 50 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

Selain itu, rawat inap di rumah sakit antara 5 hingga kurang dari 10 orang per 100 ribu penduduk per minggu, sementara angka kematian kurang dari 2 orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Untuk PPKM Level 3, angka kasus positif Covid-19 berkisar 50-150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Adapun rawat inap di rumah sakit berkisar 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu, serta angka kematian antara 2-5 kasus per 100 ribu penduduk di daerah tersebut

Berikut, daftar kabupaten dan kota di NTT yang masuk PPKM Level 2 dan 3, seperti yang dikutip dari Konferensi Pers Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa hari lalu.

PPKM Level 3

  1. Sumba Tengah

PPKM Level 2

  1. Kabupaten Kupang
  2. Kabupaten Timor Tengah Selatan
  3. Kabupaten Timor Tengah Utara
  4. Kabupaten Belu
  5. Kabupaten Alor
  6. Kabupaten Flores Timur
  7. Kabupaten Sikka
  8. Kabupaten Ende
  9. Kabupaten Ngada
  10. Kabupaten Manggarai
  11. Kabupaten Sumba Timur
  12. Kabupaten Sumba Barat
  13. Kabupaten Lembata
  14. Kabupaten Rote Ndao
  15. Kabupaten Manggarai Barat
  16. Kabupaten Nagekeo
  17. Kabupaten Sumba Barat Daya
  18. Kabupaten Manggarai Timur
  19. Kabupaten Sabu Raijua
  20. Kabupaten Malaka
  21. Kota Kupang.

Sementara secara nasional, PPKM Diperpanjang hingga 18 Oktober 2021. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) remsi diperpanjang selama 14 hari hingga 18 Oktober 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, penyesuaian aturan dalam PPKM periode 5-18 Oktober 2021 ini. Ada beberapa penyesuaian aturan terbaru pada perpanjangan PPKM kali ini. Apa saja?

Pertama, pembukaan pusat kebugaran atau fitness centre dengan kapasitas maksimal 25 persen, protokol kesehatan ketat, dan skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pembukaan itu diterapkan di wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Jogjakarta, dan Surabaya Raya. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Kedua, konter makanan dan minuman di dalam bioskop diizinkan buka, tetapi kapasitas bioskop masih tetap 50 persen.

“Hal ini akan berlaku untuk kota-kota level 3, 2 dan 1,” kata Luhut dalam konferensi pers, Senin 4 Oktober 2021). Ketiga, Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, testing, dan kesiapan Satgas Covid-19. Nantinya, setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri.

Keempat, dibukanya kompetisi basket remaja Honda DBL di Jakarta dan Surabaya. Dalam pelaksanaan PPKM dua pekan ke depan, Luhut menyebut ada 20 kabupaten atau kota yang bertahan di PPKM Level 2.

“Untuk yang di level 3 bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota,” jelas Luhut. Baca juga: PPKM Berakhir Hari Ini, Apakah Diperpanjang? Ini Evaluasi Satgas dan Tren Kasus Sepekan Uji coba PPKM level 1 Kota Blitar Menurut Luhut, pemerintah juga akan melakukan uji coba PPKM Level 1 untuk Kota Blitar.

Hal ini dilakukan setelah daerah itu telah memenuhi indikator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta target cakupan vaksinasi dosis 1 sebesar 70 persen dan dosis 1 lansia sebesar 60 persen. Luhut menuturkan, penerapan PPKM Level 1 ini akan mendekati aktivitas kehidupan masyarakat yang normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Namun, pemerintah juga akan mengimbanginya dengan tindakan surveillance, testing, tracing, dan peningkatan disiplin pada protokol kesehatan.

“Kami dan Menkes akan menurunkan tim khusus untuk memantau pelaksanaan PPKM Level 1 di Kota Blitar, sehingga nanti akan menjadi role model buat kota atau kabupaten lain,” ujarnya seperti diwartakan kompas.com. Pemerintah juga akan melakukan pengawasan ketat dengan memonitor seluruh kegiatan dan aktivitas masyarakat di wilayah Kota Blitar.

Hal itu dilakukan guna bisa merespons keadaan darurat yang mungkin akan muncul secara tiba-tiba. Kendati kondisi Covid-19 semakin terkendali, Luhut mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. “Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” tutup dia. ♦ wjr

  • Bagikan