Kisah Cinta Sejati Megy Dan Teus

  • Bagikan

EXPONTT.COM – Ata Ende atau orang Ende sangat mengenal dekat nama ini, Megy Sigasare. Bukan hanya cantik parasnya, postur tubuhnya yang sempurna tetapi Megy demikian disapa, karena ringan tangan dan hatinya yang sepenuh hati membantu sesama yang membutuhkan. Megy memang berasal dari keluarga terpandang di Ende. Ayahnya Yos Sigasare adalah politisi ternama dari partai Golkar sejak zaman doeloe.

Kali ini, yang dikisahkan bukan tentang pelayanan Megy kepada rakyat Ende, daerah dan Negara ini, tetapi kisah tentang perjalanan cinta sejati dengan Almarhum suami Mahteus DaE diplomat ternama pada zamannya sebagai anggota Badan Intelenjen Negara atau BIN. Kisah cinta Megy dan Teus, demikian biasa disapa, berliku tetapi tetap dalam bingkai “cinta sejati” yang tak terpisahkan. Saling mengisi dan melengkapi dalam suka sampai mati.

Inilah kisahnya, ”Perkenalan Megy dan Teus Dae tahun 1993 disaat Teus masih aktif sebagai Sekpri Almarhum Roestandi sebagai KONJEN di Hongkong. Roestandi adalah atasan langsung Teus DaE di BAKIN. Si pria asal Lambo Nagekeo ini, suatu hari berkunjung ke Ende, dengan agenda penting bertamu ke rumah Bapak Yos Sigasare yang kala itu sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende. Megy adalah puteri kesayangan ayahnya. Bapak Yos memperkenalkan puteri sulungnya dengan Teus DaE. Megi ditahun itu, 1993 baru selesai pendidikan dari Universitas Marwa Dewa Denpasar Bali. Maka, pertemuan ini menjadi sebuah pertemuan yang berarti dalam perjalanan cinta seorang gadis muda berpendidikan sarjana dan ngobrol dengan seorang diplomat muda tampan asal Lambo Nagekeo.

Apakah ada getaran cinta hati seorang wanita Ende yang cantik menawan ini? Yang jelas bahwa seorang pria apalagi seorang diplomat pasti karena ada getaran cinta dalam hati kecilnya. Tetapi pertemua Megy dan Teus hanya sesaat dan tidak bersambung secara rutin, karena Teus DaE harus kembali ke Hongkong Negara tetangga. Yang jelas komunikasi cinta terputus oleh waktu. Kala itu belum ada telepon genggam atau android seperti sekarang. Untuk komunikasi harus menggunakan telepon zaman dulu. Sebelum ke Hongkong, Teus DaE menitip nomor telepon Konjen Hongkong tempatnya mengabdi.

Ada pesan yang hingga tersirat dihati Megy dari Teus DaE, ”jangan sungkan-sungkan telepon saya. Bahkan Megy dipersilahkan boleh collect call atau Megy yang telepon nanti Teus DaE yang bayar di Hongkong. Tetapi Megy tidak menggunakan fasilitas yang disarankan Teus. Dalam perjalanan cinta, Megy dan Teus DaE tidak saling komunikasih dari akhir 1993 sampai 1997.

Megy mengambil sebuah keputusan sesuai kata hatinya. Tahun 1994 merantau ke Jakarta. Di tahun 1997, Megy sudah bekerja sebagai dosen di STIE Perbanas Setiabudi Jakarta Selatan. Suatu hari, Megy dikejutkan deringan telepon dari Hongkong. Ibu kost tempat Megy memanggilnya, menyampaikan sebuah pesan, kalau ada telepon dari Hongkong. Teus DaE dalam telepon bilang kepada Megy bahwa segera menemuinya di Jakarta. Tahun 1997 adalah tahun bersejarah dalam perjalanan hidup Megy dan Teus. Masih pada rutinitas manusia, saling sapa apa lagi sesama dari Flores. Obrolan kedua insan ini masih sekitar politik. Maklum Teus DaE berkawan dan sangat dekat dengan para politisi ternama Jakarta dan pejabat. Pertemuan keduanya memang tidak intensif karena tugas.

Dipenghujung 1997, Teus menyampaikan niat hatinya hendak melamar Megy jadi isterinya. Megy tentu saja kaget campur aduk. Megy bilang kepada Teus DaE kalau ingin menikahinya harus ke Ende meminta restua kedua orang tuanya. Dan Teus membuktikan cintanya. Diakhir 1997, Teus ke Ende meminta restu ayah dan ibu Megy. Direstuai niat baik Teus DaE mempersunting anaknya. Desember 1997, Teus dan keluarga ‘bheo sao’ bahasa Lambo Nagekeo. Lagi-lagi tugas pokok yang mewarnai perjalanan cinta Megy dan Teus, karena Teus harus kembali ke Hongkong.

Pernikahan suci baru dilangsungkan tanggal 22 Juli 2000. Pasangan ini, dimuliakan di mata Tuhan karena Uskup Larantuka kala itu Mgr. Darius Nggawa, SVD yang memberkati pasangan ini. Kisah cinta Megy dan Matheus baru berakhir ketika Teus DaE dipanggil Sang Chalik, 18 Agustus 2019 atau sehari setelah Teus DaE merayakan ulang tahunnya ke-75 di Lambo, 17 Agustus 2019.

Itulah sekilas kisah cinta Megy Puteri yang adalah puteri sulung dari Bapak Yos Sigasare dan mama Yohana Rande. Megy adah puteri sulung, adiknya tiga laki dan dua perempuan.” Yang terkesan dari Kak Teus ialah sangat perhatian, jiwa penolongnya sangat menonjol dalam situasi dan keadaan apapun.” Itulah kisah yang masih tersirat sampai saat ini.

Menjelang kematian banyak kisah misteri, karena keduanya intesif komunikasi. Dan, seminggu sesudah kematian suaminya, Megy dilantik sebagai anggota DPRD Ende. Jabatannya saat ini selain sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Ende, tetapi merangkap sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar bersama sang Ketua Heri Wadhi.

Megy mengaku bersyukur karena diperkenankan Tuhan mengurus semuanya dari Rumah Sakit Aeramo Mbay sampai ke pekuburan di Lambo. Semuanya berjalan dengan baik. Semua karena cinta yang diwujudkan sesuai ajaran gereja katolik, “apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”. Perintah ini ditemui dalam ajaran Yesus mengenai pernikahan dan perceraian dalam Markus 10:1-12 dan Matius 19:1-12.

Seperti Yesus bilang pasangan yang menikah telah dipersatukan oleh Allah. Pernikahan tidak berasal dari manusia, melainkan dari Allah dan merupakan bagian dari rancangan Allah bagi kehidupan umat manusia. ♦ wjr

  • Bagikan