Rani Pulih Dari Derita Getah Bening Pada Leher

  • Bagikan

EXPONTT.COM – Paskaliah Maha Rani Ndolu atau Ran kondisinya kian membaik dari derita getah bening. Rani pulih setelah konsumsi teh bajakah pada bulan Agustus 2021.” Saya konsumsi teh bajakah selama sebulan pada Agusustus dan September 2021. Sekarang saya punya gondok sudah tidak bengkak lagi,” kisah Rani menjawab expontt.com Rabu 10 November 2021 siang.

Seperti diberitakan expontt.com, Paskahlia Maharani Ndolu, anak yatim sudah menderita sejenis penyakit getah bening atau gondok pada leher dan terus merembet ke dadanya, leher dan bahkan mulut. Derita ini sejak lima belas tahun silam sejalan dengan usianya. Kini, Rani begitu disapa harian, duduk dibangku kelas I SMKN Walikota Baru Kupang.

Rani bersama mama Sofianti Ndolu

Dalam obrolan bersama sang mama Sofianti Ndolu Senin 16 Agustus 2021 Rani berkisah tentang deritanya ini. Sekitar sepuluh tahun silam, dokter pernah menyarankan agar penyakit ini, segera di operasi di rumah sakit besar di Jawa.” Tetapi kami tidak punya uang, untuk hidup sehari bersama ibu, kakak dan dua adik, mengalami kesulitan semenjak sang ayah meninggal beberapa tahun lalu. Untuk makan misalnya saya bersama kakak harus bekerja serambutan termasuk memulung atau kerja apa saja yang penting bisa beli beras untuk makan. Ke sekolah saya harus jalan kaki setiap hari dari rumah di bilangan Oesapa atau sekitar lima kilometer,” itulah sekilas derita yang dikisahkan polos dari mulut Rani didampingi mamanya Sofianti Ndolu.

Mama Sofianti memang sedang memanggul derita berat dalam perjalanan hidup ini bersama kelima anak mereka yang belum rampung nasib dan masa depan juga dibidang pendidikan anak. Sebagai seorang janda, Sofyanti harus tegar.

Teh Bajakah

Kadis Sosial Kota Kupang Lodowyk mengaku kaget dengan kisah ini ketika di telepon expontt.com.” Justru rakyat yang susah seperti ini harus dibantu apa situasi seperti sekarang ini. Kan ada Bansos, minta supaya ibu minta suratketerangan di Lurah. Kasian kalau rakyat susah tidak dibantu,” Lodowyk.

Ibu Sofianti semenjak suami Paulus Ndolu meninggal dunia beberapa tahun lalu, sedang memikul “salib” bersama kelima anaknya Gilberth Ndolu, Dwiangel Ndolu, Rani Gracheyla Ndolu dan Paulus Ndolu. Adakah sesama berkenan menglurkan tangan kasih kepada mereka? Semoga Tuhan menglurkan tangan kasihNya kepada UmatNya. ♦wjr

  • Bagikan