Ditersangkakan Tanpa Dasar oleh Penyidik Polda NTT, Janda Dina Berterima kasih

  • Bagikan

EXPONTT.COM – Adalah Dina Y. Nau, janda yang nyaris jadi tersangka oleh penyidik Polda NTT tanpa dasar kuat dan dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka pada Senin, 29 November 2021.

Menurut kuasa hukumnya Niko K. Lomy dan kawan-kawan kepada expontt.com, Senin kemarin di Kupang, sesampai di Polda, Dina tidak diperiksa penyidik. Hanya saya yang dipanggil masuk ke ruangan tetapi penyidik hanya menjelaskan, bahwa perkara Dina masih dalam proses lebih cermat dan akan dihentikan penyidikannya karena tidak kuat barang bukti.

Seperti diwartakan digtara.com, sebelumnya Dina ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda NTT, namun batal diperiksa tim penyidik Ditreskrimum Polda NTT, Senin 29 Novmber 2021.

Dina Y. Nau merasa bahagia, atas berkat Tuhan dan dukungan semua pihak sehingga proses pemeriksaan di Polda NTT tidak dilakukan.

Baca juga: Yeskial Natonis: POT Tidak Akan Dukung Jefri Riwu Kore 2024

“Secara pribadi saya merasa senang dan bahagia serta terima kasih kepada Tuhan dan kepada semua pihak yang telah membantu saya sehingga tadi di Polda tidak jadi dilakukan pemeriksaan,” ujar Dina saat ditemui ditemani kuasa hukumnya.

Dia menambahkan, penyidik Polda NTT juga akan mengeluarkan SP3 terhadap masalahnya.

“Penyidik juga menyampaikan akan mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan terhadap masalah saya,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi Kapolda NTT Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH M.Hum atas kepedulian dalam kasus yang dialaminya.

“Sekali lagi saya sampaikan terima kasih juga kepada bapak Kapolda NTT, sehingga dalam kasus ini saya tidak jadi diperiksa sebagai tersangka,” ungkap Dina sambil berlinang air mata.

Baca juga: UMP Propinsi NTT 2022 Senilai Rp 1.975.000 Sebulan 

Niko Ke Lomi, kuasa hukum Dina Y. Nau menyampaikan hasil pertemuan dengan tim penyidik Polda NTT dan penyidik menyampaikan permohonan maaf akan penetapan tersangka atas kliennya Dina Y. Nau.

“Hasil pertemuan dengan penyidik Polda tadi, penyidik AKP Lorens menyampaikan permohonan maaf, karena telah sampai pada penetapan tersangka. Sedangkan sesungguhnya dia sampaikan bahwa laporan polisi itu dibuat masih dibuat dalam tenggang waktu upaya hukum untuk perkara pokoknya,” ujarnya.

Niko menambahkan, pemeriksaan atas kliennya saat itu tidak beralasan karena pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Polda NTT terhadap kliennya masih proses upaya hukum banding.

“Saat itu masih dalam tahap banding untuk perkara pokoknya jadi masih dalam banding saat itu belum ada putusan PT (Pengadilan Tinggi) Kupang, saat pembuatan laporan polisi itu,” tambahnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Tanggapi Kesulitan Lahan Warga eks Tim-Tim di NTT

Menurutnya, hal tersebut disampaikan tim penyidik Polda NTT dan menurut penyidik kasus tersebut akan diupayakan untuk di SP3.

“Hal itu yang menjadi dasar sehingga menurut AKP Lorens dalam waktu dekat akan dikeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Kita belum melakukan upaya Pra Peradilan, karena saya masih menunggu hasil pemeriksaan hari ini seperti apa baru saya bisa ambil langkah hukum seperti apa selanjutnya. Jadi Pra peradilan kita belum ajukan dan ternyata tadi (Dina) tidak jadi diperiksa. Jadi tadi penyidik menyuruh kami kembali pulang saja, sambil menunggu surat SP3-nya,” terangnya.

  • Bagikan