Bibit Siklon Tropis 97S di Laut Timor – Laut Arafura Menguat, Berpeluang Jadi Siklon Tropis

Bibit siklon tropis 97S di perbatasan Laut Timor-Laut Arafura. BMKG memperkirakan sistem bibit siklon tropis ini akan menguat dalam dan berpeluang kategori sedang-tinggi menjadi siklon tropis (dok BMKG)

EXPONTT.COM – Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) mengidentifikasi peningkatan intensitas bibit siklon tropis 97S. Diperkirakan akan menguat dalam 24-48 jam ke depan dan berpeluang menjadi siklon tropis.

BMKG mendeteksi kemunculan siklon tropis 97S. Sistem tumbuh di perbatasan Laut Timor – Laut Arafura sekitar selatan Kepulauan Tanibar.

Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, Jumat 24 Desember 2021 pukul 07.00 WIB, terpantau ada peningkatan intensitas di suspect area tersebut.

Diperkirakan akan menguat menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan.

Baca juga: Pemkot Kupang Gelar Rapat Antisipasi Badai Siklon Tropis

“Peningkatan intensitas secara signifikan diprediksi dapat terjadi sekitar hari Sabtu-Minggu,” jelas Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG dikutip dari detik.com.

Sementara, Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengimbau warga Nusa Tenggara Timur untuk tidak panik, tapi tetap waspada.

Baca juga:  Komitmen Pemkot Kupang Benahi Pengelolaan sampah Dapat Dukungan Pemerintah Pusat

Berdasarkan pemodelan prediksi cuaca, dalam periode 48-72 jam ke depan terutama pada Sabtu dan Minggu (25-26 Desember), potensi menjadi siklon tropis cukup tinggi.

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sudiono Abadi menyebut, sesuai dengan hasil analisis dinamika atmosfer dan laut, menunjukkan adanya pola sirtulasi siklonik (pusaran angin) yang terbentuk di Laut Timor-Arafura dan diindikasikan sebagai suspect area bibit siklon tropis.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis di Laut Timor, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Suspect area ini mempunyai kecenderungan bergerak melambat ke arah barat daya menuju selatan NTT atau di wilayah perairan utara Australia dan memberi dampak pada pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah NTT,” ujarnya dikutip dari Liputan6.com.

Dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia adalah hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah NTT, NTB, Maluku, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan.

Baca juga:  Polemik PMI Kota Kupang Belum Usai, Dana Hibah Dua Tahun Tak Terpakai

Angin kencang terjadi di wilayah NTT, Maluku, Sulteng dan Sulsel.

Baca juga:  Komitmen Pemkot Kupang Benahi Pengelolaan sampah Dapat Dukungan Pemerintah Pusat

Tinggi gelombang 1.25-2.5 meter (moderate sea): Laut Sawu, Perairan Kupang – Pulau Rote, Selat Ombai, Laut Flores, Perairan Kepulauan Selayar, perairan selatan Baubau – Kepulauan Wakatobi.. Perairan selatan pulau Buru – Pulau Seram, Perairan Kepulauan Letti – Kepulauan Babar, Perairan Fakfak – Kaimana – Amamapare, Perairan Yos Sudarso.

Baca juga: Nyaris Tenggelam Karena Kerusakan Mesin, Tiga Nelayan Rote Berhasil Diselamatkan Tim SAR

Tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter terjadi di Laut Banda, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai, Perairan Kepulauan Aru, dan Laut Arafuru.