Dirut PT. Yeti Darmawan Ancam Yani Kota Anggota DPRD Ende

EXPONTT.COM – Yani Kota, anggota DPRD Ende dari Partai Berkarya mengaku diancam Direktur Utama PT. Yeti Darmawan bernama Sony, Senin 17 Januari 2022 dilokasi tambang batu dan tanah di Rowo Reke. Yani Kota dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan, kata Yani Kota kepada expontt.com Senin 17 Januari 2022 sore. Menurut Yani Kota pertengkaran terjadi di lokasi galian tanah dan batu yang mengakibat longsor dan menyebabkan masyarakat menderita termasuk kesulitan dalam belanja keperluan dapur.

“Hari ini, saya membawa Kabid dari Bina Marga Dinas PUPR dan dari Badan Penanggulangan Bencara Daerah Kabupaten Ende. Tetapi kedua pejabat ini belum memberi respons atas bencana yang sedang melanda warga akibat logsor. Saya sudah tanya ke Badan Lingkungan Hidup dan dijawab PT. Yeti Darmawan belum memilik ijin Analisa Dampak Lingkungan. Jadi saya sudah melapor kepada pemerintah desa agar sementara ditutup agar tidak terjadi bencana yang lebih parah. Yang jelas Sony selaku Dirut PT. Yeti Darmawan tidak menanggapi permintaan saya sehingga kami nyaris berantam.

Saya bilang ke Sony bahwa kehadiran dirinya bukan kepentingan diri tetapi kepentingan masyarakat yang sedang susah. Saya akan kawal terus masalah ini. Saya bilang ke Sony bahwa kontraktor harus punya empati terhadap masyarakat, apalagi akibat penambangan yang dilakukan PT. Yeti Darmawan menyebabkan rakyat susah,” jelas Yani Kota.

Seperti sudah diwartakan sebelumnya, sedikitnya 20 Kepala Keluarga Warga Roworeke saat ini sedang mengalami derita hebat akibat bencana berupa debu, tanah longsor dicampur batu akibat galian dan penggilingan batu dari kontraktor PT. Yeti Darmawan Ende.

Anggota DPRD Ende dari Partai Berkarya Yani Kota Minggu 16 Januari 2022 mengunjungi lokasi galian dan penggilingan batu. Proyek ini, kata Yani Kota sangat memprihatinkan, warga harus menderita karena debu serta akses jalan yang sudah putus menyebabkan warga semakin sulit.

Kawasan penambangan tanah dan batu, jelas seorang warga Blasius Wanda di Desa Kedebudu atau delapan KM dari Kota Ende. Patut diduga, jelas Blasius Wanda penambangan batu dan tanah maupun penggilingan batu tidak berijin dan konon ada kerjasama dengan instansi terkait dalam hal ini pihak PUPR Ende.

Di musim hujan seperti sekarang ini, keluh Blasius, masyarakat semakin menderita karena lumpur bercampur batu serta akses keluar putus dan masyarakat harus berjalan kaki. Mobil atau sepeda motor tidak dapat melewati perkampungan. ”Kawasan ini pernah dilanda bencana alam dan menewaskan ratusan orang. Kami minta pemerintah melalui Pak Yani Kota yang kebetulan berkunjung pada Minggu 16 Januari 2022 bisa menampung keluhan kami dan mendesak pemerintah supaya galian dientikan. Akses keluar masuk dari dan menuju desa saat ini putus total akibat satu buah batu besar menutupnya. Rumah sebesar rumah menutup akses bagi sektar 20 KK. Masyarakat hampir setiap hari menghirup debu dan dimusim hujan seperti saat ini berlumpur. Kami sangat menderita. Jalan menuju Desa Kedebudu hancur, akibat kendaraan berat milik PT. Yety Darmawan keluar masuk untuk angkut batu dan tanah. Kami mendesak pemerintah hal ini Bupati Supaya datang lihat kami masyarakat yang susah ini,” keluh Blasius Wanda.

Penggalian tanah dan batu berada dalam lokasi milik Aloysius Sa dan Almarhum Raymundus Musa, tegas Blasius patut diduga tanpa ijin pemerintah. Anggota DPRD Ende dari Partai Berkarya kepada expontt.com Minggu 16 Januari 2022 sore mengaku sangat prihatin dengan kondisi masyarakat.” Saangat sedih, dan pihak pemeritnah dalam hal ini Kadis PUPR segera mengambil tindakan tegas terhadap PT. Yeti Darawan. Kami minta supaya aktivitas penambangan dihentikan. Kami akan menyurati resmi pemerintah. Galian tanah dan batu oleh PT. Yeti Darmawan menyusahkan masyarakat. Ini akibat dampak keluar masuk kendaraan berat angkut material juga pengolahan batu. Kami tadi sudah mendengar keluhan masyarakat dan sudah kami ambil gambar lokasi sebagai bukti kerusakan alam yang pas dibawah kaki gunung Wongge,” jelas Yani Kota kepada expontt.com Minggu 16 Januari 2022 sore.

Yang menjadi perhatian, tegas Yani Kota akses masuk keluar ke desa dan kampung putus total. Masyarakat, imbau Yani Kota kepada Pemda Ende dalam hal ini Dinas PUPR harus segera bersikap agar masyarakat jangan terlalu menderita. ♦ wjr