Pemerintah Diminta Segera Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Bencana

♦ Desa Kedebudu Lumpuh Total Akibat Tanah Longsor dan Jaringan Listrik Putus

EXPONTT.COM – Sedikitnya 20-an warga Desa Kedebudu Rewo Reke memohon Pemda Ende dan istansi terkait, PURP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial segera turut memberi bantuan. Sempat pulih pada 18 Januari 2022 setelah jangan yang ditutup longsor dan batu besar, setelah diperbaiki menggunakan alat berat milik PT. Yeti Darmawan Ende, namun bencana susulan pda Rabu 19 Januari 2022, desa ini hancur berantakan karena bencana tanah longsor susulan lebih dahsyat.

Erik Rede anggota DPRD Ende yang tinggal menanti SK Mendagri untuk dilantik sebagai Wakil Bupati Ende bersama anggota DPRD yang juga Ketua Partai Berkarya Yani Kota yang berada dilokasi siang 19 Januari 2022 mengaku bencana susulan sangat dahsyat. Kata Erik, seluruh badan jalan lumpuh total, masyarakat setempat tidak bisa akses untuk melakukan aktivitas ekonomi. Akses ke desa Kedebudu putus total, jaringan listrik juga putus akibat diterpa angin dan hujan lebat pada Rabu 19 Januari 2022 petang.

“Suasana sangat parah, keadaan desa dan warga  sangat memprihatinkan. Hanya sehari keadaan agak baik setelah diperbaiki menggunakan alat berat dari PT.Yeti Darmawan, namun luluhlantak akibat bencana susulan. Masyarakat setempat saat ini sangat memburuhkan bantuan nyata. Pertama, mereka butuh bahan pangan untuk bisa makan dan minum. Air minum pun sulit. Badan Penanggulangan Becana, Dinas Sosial, PU Bina Marga, dan semua instansi terkat, para dermawan kiranya berkenan membantu saudara-saudara kita yang sedang susah ini. Utamakan bahan pokok, beras, minyak dan laukpauk seadanya. Warga tidak bisa kemana-mana,” jelas Yani Kota dan Erik Rade kepada expontt.com Rabu malam. Kata Erik Rade, ada rumah warga yang tertimbun yang segera dievakuasi secepatnya.

Jalan yang baru diperbaiki 18 Januari 2022 oleh PT. Yeti Darmawan.

Sementara  Yani Kota mengaku segera membuat surat secara lembaga kepada pemerintah daerah termasuk rincian kerugian yang timbul akibat bencana susulan.” Warga sangat butuh bantuan, juga alat berat dalam hal ini Dinas PUPR supaya segera koordinasi tunrunkan alat berat menyelesaikan longsoron dan timbunan tanah serta batu,” harap Yani.

Diwartakan sebelumnya, sedikitnya 20 Kepala Keluarga Warga Roworeke saat ini sedang mengalami derita hebat akibat bencana berupa debu, tanah longsor dicampur batu akibat galian dan penggilingan batu dari kontraktor PT. Yeti Darmawan Ende. Anggota DPRD Ende dari Partai Berkarya Yani Kota Minggu 16 Januari 2022 mengunjungi lokasi galian dan penggilingan batu. Proyek ini, kata Yani Kota sangat memprihatinkan, warga harus menderita karena debu serta akses jalan yang sudah putus menyebabkan warga semakin sulit.

Kawasan penambangan tanah dan batu, jelas seorang warga Blasius Wanda di Desa Kedebudu atau delapan KM dari Kota Ende. Patut diduga, jelas  Blasius Wanda penambangan batu  dan tanah maupun penggilingan batu tidak berijin dan konon ada kerjasama dengan instansi terkait dalam hal ini pihak PUPR Ende.

Di musim hujan seperti sekarang ini, keluh Blasius, masyarakat semakin menderita karena lumpur bercampur batu serta akses keluar putus dan masyarakat harus berjalan kaki. Mobil atau sepeda motor tidak dapat melewati perkampungan.” Kawasan ini pernah dilanda bencana alam dan menewaskan ratusan orang. Kami minta pemerintah melalui Pak Yani Kota yang kebetulan berkunjung pada Minggu 16 Januari 2022 bisa menampung keluhan kami dan mendesak pemerintah supaya galian dientikan. Akses keluarga masuk dari dan menuju desa  saat ini putus total akibat satu buah batu besar menutupnya. Rumah sebesar rumah menutup akses bagi sektar 20 KK. Masyarakat hampir setiap hari menghirup debu dan dimusim hujan seperti saat ini berlumpur. Kami sangat menderita. Jalan menuju Desa Kedebudu hancur, akibat kendaraan berat milik PT.Yety Darmawan keluar masuk untuk angkut batu dan tanah. Kami mendesak pemerintah hal ini Bupati Supaya datang lihat kami masyarakat yang susah ini,” keluh Blasius Wanda.

Penggalian tanah dan batu berada dalam lokasi milik Aloysius Sa dan Almarhum Raymundus Musa,tegas Blasius patut diduga tanpa ijin pemerintah. Anggota DPRD Ende dari Partai Berkarya kepada expontt.com Minggu 16 Januari 2022 sore mengaku sangat prihatin dengan kondisi masyarakat.” Saangat sedih, dan pihak pemeritnah dalam hal ini Kadis PUPR segera mengambil tindakan tegas terhadap PT.Yeti Darawan. Kami minta supaya aktivitas penambangan ihentikan. Kami akan menyurati resmi pemerintah. Galian tanah dan batu  oleh PT.Yeti Darmawan menyusahkan masyarakat. Ini akibat dampak keluar masuk kendaraan berat angkut material juga pengolahan batu. Kami tadi sudah mendengar keluhan masyarakat dan sudah kami ambil gambar lokasi sebagai bukti kerusakan alam yang pas dibawah kaki gunung Wongge,” jelas Yani Kota kepada expontt.com Minggu 16 Januari 2022 sore.

Yang menjadi perhatian, tegas Yani Kota akses masuk keluar ke desa dan kampung putus total. Masyarakat, imbau Yani Kota kepada Pemda Ende dalam hal ini Dinas PUPR harus segera bersikap agar masyarakat jangan terlalu menderita. ♦ wjr