Atap Bangunan Alang-alang Sintetis Hadir Di Kota Kupang Inovasi Walikota Kupang

EXPONTT.COM – Atap alang-alang biasa kita jumpai kalau kita sedang jalan-jalan di pantai, di pedesaan, dan kawasan wisata yang mengedepankan nuansa tropis. Sejarah penggunaan atap alang-alang ini merupakan hasil buah pikir para arsitek “alam” yang mampu menjawab tantangan iklim lingkungan sekitar. Bangunan-bangunan tradisional yang menggunakan atap alang-alang juga berfungsi sama seperti penutup atap dengan bahan sirap, genteng, dan sebagainya.

Objek wisata bernuansa alami sudah hadir di Kota Kupang tepat di Pantai Pasir Panjang dan Pantai Lai-lai Basi Kopan (LLBK) yang sejak lama dikenal Pantai Tedy atau dikalangan wisatawan manca negera dikenal dengan istila Teddy’s Bar atau Teddys Beach. Kedua objek wisata di jantung Kota Kupang dalam bebetapa waktu sudah bisa dimanfaatkan warga Kota Kupang atau wisatawan luar kota.

Pegiat wisata Tedy Tanonef mengapresiasi invoasi Walikota Kupang Jefri Riwu Kore.” Saya berpendapat bahwa pembangunan ini mesti berlanjuat.Kita memang mendukung siapa saja yang bakal maju mencalonkan diri sebagai walikota pada 2024 nanti. Dari hasil pembangunan,Jefri Riwu Kore seharus bisa dua kali sehingga pembangunan yang sudah ada bisa berlanjut,” jelas Teddy dalam obrolan dengan expontt.com Minggu 20 Februari 2022.

Teknologi semakin berkembang dan ikut berupaya memberikan solusi terhadap bermacam cara manusia memperlakukan huniannya atas perlindungan cuaca. Salah satunya adalah mengganti alang-alang dengan plastic, termasuk yang sudah dilakukan Jefri Riwu Kore sebagai walikota Kupang.

Dikutip dari brand ViroBuild dengan nama varian virothatch ini adalah sebuah material penutup atap sintetis yang menyerupai alang-alang asli. Dengan material berbahan dasar plastik Hi-Grade HDPE, maka tak heran jika ketahanan alang-alang yang telah terpasang bisa mencapai 20 tahun. Kualitas HDPE juga di klaim merupakan bahan yang “ramah lingkungan” karena kemampuannya dapat di daur ulang.

Membahas tentang Viro maka sebaiknya juga mengulas tentang kelebihan dan kekurangannya. Beberapa kelebihan menggunakan alang-alang sintetis Viro ini adalah:

  1. Sangat lebih awet dibandingkan alang-alang alami.
  2. Easy maintenance, tidak perlu mengganti alang-alang karena kasus dibawa kabur burung.
  3. Anti bocor dan anti rayap, berkat sistem dan material yang dipakai oleh Viro.
  4. Versatile, dapat dipakai pada bermacam-macam bentuk atap.

Sedangkan kelemahan atap alang-alang sintetis adalah:

  1. Harga relatif mahal, karena belum banyak kompetitor yang bermain di arena per-alang-alangan.
  2. Lapisan bawah dari material penutupnya (OSB), adalah non-exposed. Jadi kalau ngga mau keliatan panel yang masih mentah harus ditutup lagi pakai material dari Viro atau kreasi sendiri.

Kesimpulan:
Berdasarkan pengalaman menggunakan atap alang-alang sintetis dengan brand Viro pada salah satu proyek resort ini ada point plus yakni terbukti bahwa hampir tidak ada kasus kebocoran akibat salah praktik dalam pemasangan.

Perkembangan material atap alang-alang sitentis ini kedepannya masih akan cukup banyak diminati untuk scope project commercial. Namun begitu, tetap saja keberlangsungan permintaan ini akan sejalan dengan industri pariwisata Nasional. Bila iklim pariwisata mendukung, maka di tahun 2019 ini saya melihat masih banyak proyek-proyek commercial and hospitality yang masih berjalan.

Sedangkan dari sisi internal supplier sendiri menurut saya yang harus terus ditingkatkan adalah kualitas sumber daya manusianya (labor skill level). Secara teknis pemasangan atap alang-alang sintetis tidaklah sama dengan pemasangan atap alang-alang alami. Pentingnya pemahaman terhadap karakter material harus benar-benar dikuasi oleh supervisor di lapangan agar jika ada kendala teknis akan segera dapat diatasi.

Untuk lebih jelasnya silahkan mendatangi langsung Pantai Pasir Panjang Kota Kupang atau Pantai Teddys di Kelurahan LLBK Kota Kupang. ♦ wjr