Edwin Fanggidae: Saya Tidak Mengundurkan Diri Secara Tertulis

EXPONTT.COM – Edwin FanggidaE Politisi kawakan, militan, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang dan berbagai jabatan politis sejak zaman Soerjadi Ketua DPP PDI menegaskan, ”Saya tidak pernah mengundurkan diri secara tertulis kepada Partai Demokrat pimpinan Leo Lelo. Berita dipelintir Pak Kris teman saya sesama anggota DPRD dulu di Kota Kupang. Kebetulan kami ngobrol ngalur ngidul tau pak Kris Matutina unggah di face book-nya kalau saya akan masuk di partai PKN. Tau-tau ditelepon wartawan dan memberitakan saya mengundurkan diri. Saya sudah tua di politik dan saya tidak mau seperti kutu loncat dari partai satu ke partai lain.

Sekali lagi saya tegaskan tidak mengundurkan diri secara tertulis. Biarlah, saya mau jadi pimpinan di partai atau jadi anggota biasa tidak masalah. Yang terpenting saya tidak mau dicap kutu loncat. Saya akui memang ditelepon oleh teman yang juga pengurus di Partai Demokrat dibawah kepemimpinan ade Leo Lelo. Terus terang saya tidak mau ribut-ribut soal politik saya ingin ade-ade pengurus partai lebih bagus dalam mengelolah partai. Saya kira itu saja pernyataan dari saya.”

Penegasan ini disampaikan Edwin FanggidaE dalam obrolan dengan expontt.com, Minggu 13 Maret 2022 sore.

Seperti diwartakan rakyatntt.com, Minggu 13 Maret 2022, Sehari Dilantik AHY, Pengurus Demokrat NTT Mengundurkan Diri.

Salah satu pengurus DPD Partai Demokrat NTT, Edwin Fanggidae yang baru saja dilantik oleh ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Jumat 11 Maret 2022 menyatakan mengundurkan diri dari Partai Demokrat.

Ia mengatakan kecewa dengan oknum-oknum di Partai Demokrat yang tidak menempatkan jabatan pengurus berdasarkan pengalaman dan profesionalitas. Tidak ada pertimbangan pendidikan maupun pengalaman organisasi dan politik.

Kepada RakyatNTT.com, Minggu 13 Maret 2022, Edwin menjelaskan awalnya ia diminta dan didesak oleh beberapa orang yang saat ini menjadi pengurus Partai Demokrat NTT. Ia diminta untuk masuk dalam kepengurusan yang dipimpin oleh Leonardus Lelo saat ini. Ia pun didesak segera memasukkan curriculum vitae sebagai salah satu syarat kepada tim formatur yang akan menyusun kepengurusan DPD Demokrat NTT.

“Saya ditelepon terus untuk kasih masuk CV saya. Saya juga tidak tanya saya diposisikan sebagai apa, karena saya yakin mereka pasti profesional mempertimbangkan pengalaman organisasi, pengalaman politik dan sebagainya,” kata Edwin.

Menurut mantan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang ini, ia baru tahu jabatannya sesaat sebelum acara pelantikan. Dalam kepengurusan ia ditempatkan sebagai anggota Badan Pembinaan Jaringan dan Konstituen Daerah (BPJK).

“Saya bukannya mencari jabatan di Demokrat. Tidak sama sekali. Tapi saya kan diminta. Saya pikir tidak ada salahnya juga untuk bergabung untuk menambah kursi Demokrat karena kita punya basis pendukung. Tapi paling tidak harus mempertimbangkan pengalaman saya seperti apa. Buat apa saya didesak masukkan CV. Masa saya disamakan dengan adik-adik saya yang baru mau belajar politik. Daripada saya tidak nyaman di situ lebih baik saya keluar,” kata mantan Ketua DPC PDIP Kota Kupang ini.

Ia pun menegaskan mundur dari Partai Demokrat. Walau tidak memasukkan surat pengunduran diri secara resmi, namun dengan tidak aktif di kepengurusan Demokrat NTT lagi, maka dianggap mengundurkan diri.

“Saya dan beberapa teman memang kecewa karena penempatan pengurus yang tidak sesuai kapasitas dan pengalaman. Saya sudah tidak mau lagi ikut pelantikan, tapi karena sudah telanjur di dalam dan di luar juga ada demo sehingga tidak bisa keluar. Jadi saya tetap ikut pelantikan. Saya bukan datang cari jabatan. Saya diminta. Paling tidak mempertimbangkan kapasitas dan juga pengalaman. Kalau saya tipe pencari jabatan dari dulu saya tetap di PDIP. Saya bukan tipe seperti itu. Tapi dengan begini saya lebih baik keluar,” kata mantan anggota DPRD Kota Kupang dua periode ini. ♦ wjr