Ketua Umum Surya Paloh Disebut Munafik

Anies Baswedan dan Surya Paloh

EXPONTT.COM – Rakernas Partai Nasdem pada 15-17 Juni 2022 menimbulkan tanda tanya rakyat Indonesia. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengumumkan tiga nama Capres. Nama paling atas Anies Baswedan, kedua Andika Prakasa Panglima TNI dan nama ketiga Ganjar Paranowo.

Apakah maksud Surya Paloh memasukan nama Ganjar Pranowo, sementara hati dan niatnya pada Anies Baswedan kelompok radikalis yang kerap kali bertemu dan berbahas dalam acara yang digelar Habib Riziq.

Surya Paloh sengaja pasang dua nama lain agar rakyat Indonsia atau sekelompok senang. Bersoraksoria Partai Nasdem akan jaya ke depan dengan memilih Anies Baswedan sebagai presisden? Jawabannya pasti tidak.

Dipastikan, jika Partai Nasdem menetapkan Anies Baswedan sebagai capres,maka Partai Nasdem akan ditinggali rakyat terutama pencintanya pada Pemilu 14 Februari 2024.

Sebab, selama ini, Partai Nasdem adalah partai Nasionalis. Surya Paloh kelihatan panik, tetapi tak bisa berbuat apa-apa ditambah beberapa hari lalu, pengurus PKS merapat di Gondangdia Lama dan berbincang dengan Surya Paloh secara tertutup.

Hari berikut Surya Paloh didatangi pula AHY yang KetuaUmum Partai Demokrat. Ada apa ini semua. Kita lihat beberapa hari kedepan, apa yang dilakukan Surya Paloh. Terkesan, Surya Paloh tidak suka dengan PDIP yang diperlihatkan dengan nada-nada dalam orasinya beberapa waktu lalu.

Dari perbincangan saya dengan beberapa pengurus Partai Nasdem, ada kesan kuat bahwa DPP Nasdem sudah “perintahkan atau instruksikan” pengurus di daerah agar mengamankan Anies Baswedan.

Ada kalimat salah seorang pengurus Partai Nasdem, Surya Paloh sengaja merangkul Anies Baswedan agar kembali ke jalan yang benar, istilah dia domba yang hilang perlu dirangkul. Semoga tulisan singkat ini membuat mata kita terbuka terkait sikap politik Surya Paloh yang sudah berubah atau sekadar sandiwara politik.

Tahun 2024 masih dua tahun, tahun yang dinantikan seluruh rakyat Indonesia, karena akan terjadi perubahan peta politik, setelah Jokowi tidak lagi presiden. semoga. ♦ wjr