SMPK Frateran Ndao Gelar Workshop Pembuatan  Modul Ajar dan Assesmen

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk, M. Pd

“Orang Cerdas Belajar dari segala dan dari semua orang, orang biasa dari pengalaman mereka, orang bodoh sudah memiliki jawaban”…Socrates.

Selama dua hari, dari tanggal 25 – – 26 Juli 2022, para guru pada sekolah penggerak SMPK Frateran Ndao, melaksanakan workshop (pelatihan) penyusunan Modul Ajar dan assesment kurikulum merdeka, dengan narasumber Dr. Sudayat, M . Pd. Penyusunan Modul Ajar menjadi penting bagi SMPK Frateran Ndao sebagai salah satu Sekolah Penggerak tingkat SMP dari 6 sekolah di kabupaten Ende, yang ditetapkam kemendikbudristek, melalui dirjen pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, yang mengimplementasikan kurikulum merdeka ditahun ajaran 2022/2-23. Harus diakui bahwa implementasai kurikulum merdeka ditahun pertama perlu lebih banyak belajar melalui PMM (Platform Merdeka Mengajar), dan atau mengikuti atau melaksanakan pelatihan atau workshop. Jika tidak, pasti akan banyak mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam hal penilaian atau assesment. Itulah alasannya, mengapa Sekolah Penggerak SMPK Frateran Ndao, melaksanakan pelatihan (workshop) penyusunan Modul Ajar dan assesmen kurikulum merdeka. Kegiatan penyusunan Modul Ajar dan assesmen pada sekolah Penggerak SMPK Frateran Ndao ini bekerja sama dengan PT Penerbit Erlangga Cabang Ende sebagai mitra sekolah. Modul Ajar dan assesmen merupakan bagian yang terpenting dari kurikulum merdeka. Modul Ajar adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, atau Lesson Plan yang memuat rencana pembelajaran di kelas. Namun, pada Modul  Ajar, terdapat komponen yang lebih lengkap dibandingkan RPP, sehingga disebut RPP  Plus. Oleh karena itu, Modul Ajar adalah  dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran (CP). Capaian pembelajaran adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan, yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode belajar (Dikti,  2015:  1).  CP  dikenal  juga  dengan  istilah learning achievement, achievement standard atau learning outcomes. Jadi, Modul Ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran, yang dikembangkan dari CP dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran. Jika capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik di akhir fase, maka Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran. Pembagian fase dalam CP, dapat digambarkan sebagai berikut: (1) Fase A: pada umumnya SD kelas 1 – 2; (2) Fase B: pada umumnya SD kelas 3 – 4; (3) Fase C:  pada umunya SD kelas 5 – 6; (4) Fase D: pada umumnya SMP kelas 7 – 9; (5) Fase E: pada umumnya SMA kelas 10; (6) Fase F: pada umumnya kelas 11 – 12).

Sedangkan Tujuan Pembelajaran (TP) adalah deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang diperoleh peserta didik dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran (CP). CP tidak dapat diubah, namun para guru dapat menurunkannya atau melakukan pemetaan menjadi TP (Tujuan Pembelajaran ), kemudian dari TP diturunkan menjadi ATP, sehingga lahirlah Modul Ajar, sebagai RPP plus. Demikianlah tahapan sampai tersusunnya Modul Ajar, yakni dari CP berdasarkan keputusan kepala BSKAP (Badan Standar Kurikulum, dan Assesmen Pendidikan ) No. 033/H/KR/2022 tentang CP. Dari CP –àTP–àATP–àModul Ajar atau RPP plus

Pada hari pertama, tanggal 25 Juli 2022, frater ka SMPK Frateran Ndao menyampaikan gambaran umum tentang Modul Ajar kepada para guru sebelum kegiatan inti dimulai. Di sampaikan bahwa Komponen Modul Ajar, yang terdiri atas 3 bagian besar, yaitu:

  1. Informasi Umum, terdiri dari:

1.1 Identitas Modul
1.2 Kompetensi Awal

     1.3 Profil Pelajar Pancasila

1.4 Sarana dan Prasarana

1.5 Target Peserta Didik

  1. Komponen Inti, terdiri dari:

2.1 Tujuan Pembelajaran

2.2 Pemahaman Bermakna

2.3 Pertanyaan Pemantik

2.4 Kegiatan Pembelajaran

2.5 Asesmen

Pada hari pertama lebih difokuskan pada pembuatan modul Ajar untuk tiap mapel untuk satu tahun ajaran.  Jumlah modul yang dihasilkan sebanyak: 10 modul, sesuai dengan jumlah mapel di kelas 7.

Sedangkan pada hari kedua, tanggal 26 Juli 2022, para guru SMPK Frateran Ndao, kegiatannya difokuskan pada Asesmen, yakni bagaimana merakit soal setara AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) untuk masing masing mapel.  

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan.
Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Ada 3 jenis asesmen:

  1. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
  2. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
  3. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif) 

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:

  • Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.
  • Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)
  • Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

2.6 Pengayaan dan Remedial

  1. Lampiran, terdiri dari:

3.1 Lembar Kerja Peserta Didik

3.2 Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik

3.3 Glosarium

3.4 Daftar Pustaka

Kriteria Modul Ajar yang baik

Kriteria modul ajar yang baik, adalah:

  1. Esensial: Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.
  2. Menarik, bermakna dan menantang: Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar. Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.
  3. Relevan dan kontekstual: Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks waktu dan tempat peserta didik berada.
  4. Berkesinambungan: Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik.

Akhirnya, bagi SMPK Frateran Ndao sebagai sekolah penggerak, modul ajar dan assesmen, merupakan komponen yang sangat penting dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Sebab, bagi seorang guru khususnya yang mengajar di fase D kelas 7,  modul ajar adalah panduan atau kompas dalam membelajarkan peserta didik. Demikian pula dengan assesmen sebagai alat ukur selama proses pembelajaran, melalui assesmen formatif dan pada akhir proses melalui assesmen sumatif. Dalam kegiatan assesmen dihari kedua tidak hanya membuat alat test setara AKM, melainkan juga berupa rubrik atau sejenisnya. Sebagai sebuah permenungan kata bijak dari bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara: “anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik atau guru hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”. ♦