Emi Nomleni, Perempuan Hebat NTT

♦Akankah Ditujuk PDIP Sebagai Bacagub NTT 2024?

♦Mengapa Emi Nomleni Tidak Tandatangani Dokumen KUA-PPS 2021-2022?

EXPONTT.COM – Mengapa Emi Nomleni Prempuan Hebat NTT? Ya jawabannya dia perempuan hebat. Mengapa hebat, sudah pasti tidak semua wanita NTT yang mendudukki jabatan sebagai Ketua DPRD NTT 2019-2024. Kiprah politiknya spektakuler. Padahal Pilgub 2018 Emi ketika berpasangan Marianus Sae yang sekarang masih di Porong Sidoarjo , tinggalah seorang Emi berjuang dalam pilgub itu, Kala itu melawan pasangan sangat tangguh Viktor Bungtilu Laiskodat-Joas Nae Soi. Tetapi Emi berada diurutan kedua.

Beberapa bulan lalu di tahun 2022 ini, Emi yang dikawal rekan separtai PDIP, Viktor Mado Wutun bertandang ke Adonara menimang Hery Dosinaen seorang birokrat sejati mantan Sekda Papua. Kisahnya memang masih kabur, apakah ‘melamar’ Hery dalam rangka menjadi kader PDIP atau melamar akan berpasangan pada Pilgub November 2024? Masih dalam tandatanya, tetapi Viktor Mado Wutun bilang kepada expontt.com beberapa hari pada bulan September ini, Emi diharapkan menjadi bakal cagubnya dan Hery Dosinaen calon wakil yang akan bertarung November 2024 nanti.

Kiprah Emi, cukup panjang, sebagai aktivis, melakoni politik di partai sampai di puncak perjuangannya sebagai Ketua DPRD NTT. Selangkah lagi, jika Tuhan berkenan, Emi bisa memenangkan pertarungan November 2024.” Jika Tuhan berkenan dan DPP PDIP memerintahkan Emi jadi Bacagub nanti, karena semua Ketua Umum Megawati yang menentukan,” kata Viktor Mado Wutun.

Keberadaan Emi Nomleni sudah merasuk di hati masyarakat NTT. Hal ini tidak dapat di pungkiri. Paripurna Pembukaan dan penutupan Sidang Paripurna DPRD NTT Jumat 16 September 2022, Emi membuat berita politik yang sangat penting dalam perjalanan kepemimpinan di NTT. Ketua Fraksi Partai Hanura Refafih Gah dipenghujung rapat mau ditutup mengajukan pertanyaan,” Mengapa Ibu Emi sebagai Ketua DPRD NTT tidak menandatangani dokumen KUA-PPAS 2021-2022. Kami mohon penjelasan Ibu Ketua,” kata Refavih Gah.

Dengan kalimat bijak Emi menjawab, ”Forum yang terhormat ini, belum pas menjawab pertanyaan ini, karena ini rapat paripurna yang dihadiri semua pejabat Kajati, Danrem, Kapolda dan semua pejabat penting di daerah ini. Nanti ada forum lain baru kami jawab,” kata Emi. Seorang ketua DPRD jika beda pendapat memang tidak perlu tandatangan, kata Refafih usai sidang kepada expontt.com.” Sebab dokumen itu, sudah ditandatangani pimpinan lain, sudah ada Peraturan Gubernur NTT dan anggarannya sudah digunakan karena berbagai alasan yang sangat penting. Jadi memang tidak masalah” jelas Revavih Gah.

Sidang Paripurna Jumat 16 September 2022 dalam rangka agenda penutupan masa Persidangan III Tahun Sidang 2021-2022 Pembukaan Sidang I Tahun Sidang 2022-2023. Dan sidang paripurna kali ini tidak dihadiri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Seorang anggota dewan kepada expontt.com berbisik,” Kemungkinan Ibu Emi dan Pak Gubernur ada masalah barang kali.” Sidang akan berlangsung sampai dengan 2 Oktober 2022.

Seperti yang telah dikisahkan, pada Pilgub 2018, ada empat pasangan bakal calon yang akan bertarung, masing-masing Viktor Lasikodat-Yoseph Nae Soi (Victory-Joss), Esthon Foenay-Christian Rotok (Eshton-Chris), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni), serta pasangan Marianus Sae-Emilian Nomleni.

Paket Victory-Joss diusung Partai NasDem, Golkar dan Hanura dengan kekuatan 24 kursi di parlemen. Paket Esthon-Chris didukung Partai Gerindra dan PAN. Pasangan Harmoni didukung Partai Demokrat, PKS dan PKPI. Serta pasangan Marianus-Nomleni didukung PDIP dan PKB. ♦ wjr