Direktur LPPDM Minta Pemkab Manggarai Tarik Saham Dari Bank NTT

EXPONTT.COM – Direktur LSM Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) NTT, Marsel Ahang. SH meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk menarik saham atau penyertaan modal dari Bank NTT. Pasalnya, saat ini kondisi laba Bank NTT sedang menurun drastis dibawah kinerja pengurus saat ini.
“Melihat kinerja dan laporan keuangan Bank NTT sejauh ini, saya minta agar Pemkab Manggarai segera manarik sahamnya dari Bank NTT,” ujarnya kepada wartawan di Kupang, Rabu, 5 Juli 2023.
Alasan dirinya meminta agar Pemkab Manggarai menarik sahamnya dari Bank NTT didasari atas rasa peduli sebagai anak daerah asli Kabupaten Manggarai yang memiliki tanggung jawab moril untuk menyuarakan persoalan ini.
“Saya sebagai putra asli manggarai merasa terpanggil untuk menyelamatkan uang rakyat yang disimpan di Bank NTT. Dengan kinerja Bank NTT sejauh ini yang menurun, maka perlu dilakukan Upaya penyelamatan salah satunya adalah dengan menarik saham,” ungkapnya. Selain menarik saham. Pemkab Manggarai diminta untuk mengusulkan pergantian pengurus Bank NTT baik itu komisaris dan seluruh direksi. Sebab alasan penurunan laba Bank NTT saat ini tidak luput dari kinerja para pengurus yang tidak becus mengurus Bank kebanggaan masyarakat NTT tersebut.
“Selain menarik saham dari Bank NTT, saya minta agar Bupati Manggarai selaku pemegang saham untuk mengusulkan pergantian direksi Bank NTT saat ini,” pintanya.
Permintaan dari Direktur LPPDM ini bukan tanpa alasan. menurutnya, berdasarkan data olahan LPPDM dari situs www.bpdntt.co.id, Bank NTT saat ini dalam kondisi yang sudah tidak ideal lagi. Di quartal pertama (Q1) tahun 2023 yakni bulan April 2023, perolehan keuntungan Bank NTT semakin berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika tiga tahun lalu yakni pada bulan April tahun 2020, Bank NTT mampu mecatat keuntungan sebesar Rp 109.573 juta atau (Seratus Sembilan Milliard Lima Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Rupiah), maka tidak demikian halnya yang terjadi pada bulan April tahun 2023 ini, bank NTT hanya mampu mencatat laba sebesar Rp 50.182 juta (Lima Puluh Milliard Seratus Delapan Puluh Dua Juta Rupiah) atau hanya mencapai 46% dari perolehan di bulan yang sama tahun 2020.
Demikianpun kondisi tahun berikutnya, pertumbuhan laba di bulan April tahun 2021 juga menurun menjadi Rp 65.668 juta. Lalu di bulan April tahun 2022, laba sedikit membaik karena sedikit lebih tinggi dari bulan April tahun 2021 yakni sebesar Rp 67.265 juta, namun perolehan tersebut tetap masih jauh di bawah perolehan laba bulan April tahun 2020. Demikian seterusnya hingga bulan April tahun ini (2023) juga turun tajam dari perolehan laba tahun 2022. ♦ okenarasi.com