Amos Corputty Ditawarkan Corporate Secretary  Bank NTT Agar Menjualkan Saham Seri B Tetapi Dibatalkan

Amos Corputty, Mantan Dirut dan salah satu pmegang saham pada Bank NTT

EXPONTT.COM – Divisi Corporate Secretary Bank NTT Endi Wardoyo beberapa hari lalu menulis surat undangan kepada Mantan Dirut Bank NTTAmos Corputy  datang ke Kupang. Isi suratnya,jelas agar Amos Corputy menjual Saham Seri B yang berjulah lebih dari sembilan ribu lembar saham. Amos Corputy mengaku,sempat dibawa ke Notaris agar sahamnya dijual. Tetapi, jelas Amos Corputy kepada expontt.com Jumat 28 Juli 2023 pagi beberapa saat kemudian dapat surat lagi yang menyatakan pembelian Saham Seri B dibatalkan. “ Ini tindakan biadab, kurang ajar.Masa saya datang jauh-jauh dari Jogyakarta jauh-jauh lalu dibatalkan. Kalau tidak mampu kasitau dari awal bukan kerjakan saya demikian,” keluh Amos Corputy.

@asatuchannel7

♬ suara asli – AsatuChannel – AsatuChannel

Mantan Dirut Bank NTT Izhak Eduard Rihi berpendapat,” Kalau Bank NTT tidak sanggup beli Saham Seri B milik Pak Amos, Almashum Piet Tallo, Almhurm Ovy Willa Huki sebaiknya jangan Pak Amos dikirimi surat. Jangan permaikan Pak Amos dengan cara demikian, beliau mantan Dirut Bank NTT dan sangat berjasa termasuk membangun Gedung Bank NTT lima lantai.”

Seperti diberitakan okenarasi.com, Amos Corputty, Pemegang Saham Seri B Bank NTT menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjual 95.744 lembar saham miliknya. Tetapi jika pihak Bank NTT tetap ngotot dan memaksa untuk membeli maka dirinya menawarkan harga Rp 1 Juta untuk tiap lembar saham miliknya.

“Saya memang tidak akan jual. Tetapi kalau mereka paksa untuk beli maka saya akan buka harga Rp 1 Juta untuk tiap lembarnya,” ujar Amos yang juga mantan Dirut Bank NTT kepada wartawan di Kupang, 27 Juli 2023.

Keputusan yang diambil Corputty tersebut, setelah dirinya bersama dua ahli waris Pemegang Saham Seri B lainnya yakni Alm. Piet A Tallo dan Alm. Ovi Wila Huki diputuskan harus menjual saham milik mereka dalam putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT 20 Maret 2023 lalu.D

Dalam RUPS tersebut menurut Amos Corputty, dirinya dipaksa menjual saham Seri B Miliknya dengan alasan untuk menyelamatkan citra Bank NTT. Pasalnya, Amos Corputty dinilai sering membuat pernyataan di media yang menyerang Bank NTT. Namun demikian Amos Corputty menjelaskan, dirinya membuat pernyataan di media sebagai fungsi kontrol selaku salah satu pemilik Bank NTT dalam menilai kinerja para pengurus yang ada.

“Saya sebagai salah satu pemilik Bank NTT wajib memberikan kritikan, kontrol dan masukan terhadap peningkatan kinerja pengurus yang ada. Tetapi kalau hal tersebut dinilai merusak citra dan berdampak pada tindakan paksa untuk beli saham saya itu juga tidak fair,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun okenarasi.com, selain Amos Corputty, pihak Bank NTT pada Kamis, 27 Juli 2023 juga menyambangi ahli waris Ovi Wila Huki, Pemegang Saham Seri B lainnya untuk melakukan negosiasi pembelian tersebut. ♦ wjr