Bank NTT Diambang Kehancuran, Yani Mboeik Tegaskan, Ganti Semua Pengurus Dan Komisaris

♦ Haparan Seluruh Peserta RUPS-LB 27 November 2023

EXPONTT.COM – Mantan politisi militant Jani Mboeik mengharpkan,” Para pemegang saham seri A maupun Seri B, saya harapkan meminta pertanggungjawab dari pengrus Bank NTT dan diharapkan pecat dan ganti semua dengan pengrus baru. Bank NTT dibawa kepempinan Komisaris Utama Yuven Djodjana dan Dirut Alex Riwu Kaho kinernya mereka sangat buruk dan merugikan keuangan Bank NTT. Menggunakan uang seenaknya dan menguntungkan oknum tertentu. Jadi pesertta RUPS-LB mesti tegas sehingga citra Bank NTT tidak terpuruk.“ Hal ini ditegaskan Yani Mboek menjawab expontt.com Sabtu 25 November 2023 pagi.

Sudah diwartakan berbagai media, Bank NTT dinilai sudah diambang kehancuran.Menurut politisi senior PDIP Karel Yani Mboeik dengan tegas menilai Ketua dan seluruh anggota DPRD Provinsi NTT diduga terlibat atas kehancuran Bank NTT.

“Jadi tidak bisa hanya salahkan gubernur. Tugas dewan sangat jelas melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemda dan BUMD. Kenapa selama Viktor Laiskodat sebagai gubernur tidak bersuara,” ungkapnya seperti sudah diwartakan expontt.com.

Menurutnya, Ketua DPRD termasuk Fraksi PDIP sejauh ini diam akan persoalan Bank NTT.Baginya, hanyalah Fraksi Golkar yang vokal soal Bank NTT terpuruk. Sementara Fraksi lain hanya diam saja.
“Jadi dewan ikut merusak dan menghancurkan Bank NTT. Jadi saya tegaskan yang ikut menghancurkan Bank NTT juga anggota dewan,” katanya.

Yani Mboeik pun memastikan bahwa banyak anggota DPRD dan pejabat di lingkup Pemda NTT yang kredit di Bank NTT tetapi tidak mampu cicil sehingga bank ini terancam koleps.

Ia menegaskan agar DPRD NTT segera bersikap dengan menggelar rapat dan membuat surat keputusan DPRD mendesak Penjabat Gubernur NTT untuk gelar RUPS Luar Biasa dalam satu atau dua bulan ini. Bukan fraksi yang mendesak tetapi DPRD NTT.

“Saya ini bekas anggota dewan jadi dulu masih zaman almarhum Piet A. Tallo dan Ovi Wilahuky Kepala Biro Keuangan Bank NTT hampir kolaps karena kredit macet,” ujarnya.Yani mengisahkan bahwa pada tahun 1998 semua pejabat dan anggota DPRD kredit di Bank NTT.
“Dalam perjalanan semua macet termasuk koperasi Prjamukti. Jalan yang kita tempu waktu itu, yaitu menghapus semua kredit yang macet untuk selamatkan Bank NTT. Kita mengharapkan di tahun 2023 ini penjabat Gubenur NTT bisa ambil keputusan tegas,” harapnya.

Ia pun meminta agar DPRD NTT dengan Ketuanya Ibu Emi Nomleni segera ambil keputusan dan dibahas dengan semua anggota fraksi agar segera di gelar RUPS dalam bulan ini atau bulan November 2023.

“Saya harus jujur, bahwa saya sangat kecewa dengan Ketua DPRD yang tidak ambil sikap tegas. Padahal PDIP partai oposisi,” katanya kepada wartawan, Selasa 17 Oktober 2023.
Usir Pengurus

Amos Corputy selaku pemagang saham Seri B, mantan Dirut Bank NTT dan berjazah membangun Bank NTT lima lantai dan megah di Jalan W. J. Lalamentik Kupang menyatakan, ”Saya siap korban jiwa raga ini demi keselamatan Bank NTT. Saya terus mengkritisi persoalan keboborokan mental korup dan merugikan keuangan rakyat NTT yang ramai diperbincangkan dan diwartakan berbagai media selama ini. Sesuai motto Bank NTT melayani dengan sungguh saya akan berjuang sampai tetes darah terakhir demi keselamatan dan kesehatan Bank NTT. Saya mendesak agar komisaris dan direksi Bank NTT terutama dirutnya segera diganti dan proses hukum. Bukti sudah sangat lengkap dan sekarang tinggal aparat penegak hukum terkesan diam. Beberapa waktu lalu Kejari Kota Kupang sudah melakukan sita sejumlah barang bukti, tetapi sampai kini diam. Mengapa. Saya sangat prihatin.” Itulah kalimat Amos Corputy.

Hingga memasuki November 2023, menurut Amos aparat penegak hukum, Kajati NTT terkesan diam tak bergeming. Amos mengharapkan dan memohon peserta RUPS-LB tegas.Dengan menggelar RUPS Luar Biasa Senin 27 November 2023, semua pengurus mulai dari komisaris utama dan anggota juga Dirutnya Alek Riwu Kaho dan semua pengurus yang terlibat didalamnya harus diberhentikan semua. Bank NTT sudah terpuruk masih juga mempertahankan para pengurus yang ada dan penuh noda hitam.

Amos pun geram,” Bank NTT Cabang Surabaya sampai tutup akibat kerugian ratusan miliar. Lalu mau bentuk bank devisi. E pengurus Bank NTT, sekara sudah menggunakan dana online, tidak lagi dana cash, mau bentuk bank devisa hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak paham dan hanya orientasi menghabiskan uang di Bank NTT. Kita mohon dengan sangat Bapak Penjabat Gubernur segera ambil sikap tegas, karena Bapa walau hanya penjabat tetapi punya hak supaya jangan sampai bank NTT terus merugi. Jadi semua omong kosong yang dilakukan oleh oknum pengurus hanya mengelabui rakyat NTT selaku pemilik bank. Komisaris yang terlibat sejak SK 01 dan kebijakan yang merusak dan merugikan Bank NTT sebaiknya segera dicopot dan proses hukum. Sekali lagi saya tegaskan, saya akan paling depan membela Bank NTT nyawa pun saya korbankan,” tegas Amos Corputy dalam obrolan dengan expontt.com 29 September 2023.

Seperti sudah diwartakan, Amos Corputy kepada expontt.com Senin 6 Februari 2023 menegaskan bahwa dirinya menghormati pendahulunya yang bekerja dengan dan melayani nasabah dengan jujur dan tidak mementingkan diri.

Dalam pesan WA yang dikirim kepada expontt.com, Amos Corputy menyatakan kekecewaanya kepada para pemegang saham yang tidak segera mengambil sikap dan kebijakan tegas. “Dulu, Dirut Bank NTT Izack Rihi dicopot “hanya karena tidak memenuhi target laba Rp 500 Miliar.” Nah sekarang jelas lebih amburadul dan tidak mampu menyelesaikan persoalan dimana harus mencari Rp 700 Miliar. Tetapi terkesan diam-diam saja. Itu sebabnya saya mendesak para pemegang saham agar segera gelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa supaya bank ini bisa kembali sehat dan tidak ada yang korupsi.

Bank NTT ini sehat,yang tidak sehat dan bermental korupsi hanya pengurus di dalam dari komisaris sampai direksi dan divisi-diivisi. Kita bleh berjuang dengan susahpaya membesarkan bank ini sampai besar seperti sekarang ini, mereka tinggal melanjutkan untuk menjadi lebih baik, bukan bikin baik tetapi malah bikin rusak dari dalam. Kita nasihati, malah somasi, bayar pengacara untuk lawan kita sebagai pemilik bank. Supaya publik tahu, saya adalah pembela keadilan dan kebenaran khusus dalam kasus Bank NTT yang citranya kian buruk.”

Izhak Rihi mantan Dirut Bank NTT dan matan Kepala Cabang Bank NTT TTU Eddy Ganggus kepada expontt.com juga berjanji siap mendukung perjuangan Amos Corputy sampai darah penghabisan. Izack Rihi sedang memposes hukum para pemegang saham termasuk pemegang saham pengendali, para bupati dan walikota serta pemegang saham seri B. Kasus yang dilaporkan Izack Rihi saat ini sedang berjalan dan telah menggelar sidang pertama 1 Februari 2023 dan sidang kedua 16 Juni 2023.

“Saya sudah sangat siap membela hak saya. Saya salah apa dan dasar apa saya dicopot. Harus dibukitikan. Siap membela Bank NTT dari keterpurukan sekarang. Ini semua karena pengurus di dalam. Jadi benar, kata Pak Amos pengurus didalam segera diusir. Dosa besar saya tu apa,” tegas Izack Rihi yang saat ini dengan dana pribadi menyewa pengacara. Perjuangan saya seperti yang sudah diwartakan media. Yang saya kecewakan sampai saat ini belum ada sanggahan dari para pemegang saham atas kasus saya ini,” jelas Izack Rihi menjawab expontt.com beberapa waktu lalu.

Tekad dan janji dalam rangka menyelamatkan Bank NTT dari oknum-oknum yang menzolimi bank NTT juga dijanjikan mantan Kepala Cabang Bank NTT TTU Eddy Ganggus.

“Saya sudah sangat dirugikan nama baik saya, keluarga saya sehingga keadaan saya terpuruk sekarang. Yang saya narasikan lewat youtube dengan judul nasib sudah menjadi bubur terkait kerugikan kebijakan Bank NTT masalah MTN sangat jelas dan faktanya hasil BPK. Dan hingga kini, kasus ini juga tidak jelas. Ada apa, kita orang NTT sudah miskin ditambah miskin akibat kebijakan yang salah. Rp 50 Miliar bisa bangaun jalan, atau sekolah, puskemasmas untuk rakyat NTT. Tetapi pengurus berbuat seenaknya. Parahnya lagi di Bank NTT ada jabatan penting yaitu Direktur Divisi Kepatuhan. Tugasnya buat apa saja. Ini yang saya kecewakan. Bahkan dua kawan saya sampai meninggal dunia karena mungkin sress. Karena itu, saya terus berjuang sampai tetes darah terakhir. Saya diberhentikan tanpa diberi pesangon. Sebagai bukti saya tidak bersalah saya tidak mengambil uang pensiun. Biarkan saya menjalani kehidupan tanpa dibiayai uang haram,” keluh Eddy Ganggus yang saat ini kasusnya masih dalam proses perdata dan kemungkinan ke kasus pidana. ♦ wjr