Mengapa Izack Rihi Dan Alex Riwu Kaho Dipecat, Ini Dia Masalahnya

EXPONTT.COM – Mantan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Izhak Eduard Rihi “dipecat” atas keputusan RUPS 6 Mei 2020 dalam tanda kutip dan nada Tanya, mengapa. Apakah karena selama sebagai Dirut Bank NTT Izhak Rihi tidak cakap atau karena Izhak Rihi karena tidak patuh pada permintaan PSP atau pemegang saham pengendali ketika itu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat agar menggentorkan dana Rp 25 Miliar untuk usaha minuman keras? Izhak Rihi sudah menjelaskan di depan sidang dengar pendapat dengan Komisi III bahwa waktu itu Viktor Bungtilu Laiskodat mengancam dan mengatakan kepada Izhak Rihi dengan kalimat,”moyet kau.” Dan warta ini viral diberitakan sejumlah media dan online. Izhak Rihi menegaskan bahwa pemberhentian dirinya sebagai Dirut Bank NTT tanggal 6 Mei 2020 tidak sesuai mekanisme (yaitu UU Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas/PT). Ia diberhentikan tanpa menyebutkan alasan dan tanpa diberi kesempatan untuk membela diri di dalam RUPS, bahkan tanpa informasi sebelumnya (pra-RUPS untuk menyiapkan pembelaan diri.

Ketua Hakim PN Kupang dalam amar putusannya menegaskan, pemecatan Izhak Rihi dari Jabatan Dirut Bank NTT pada 6 Mei 2020 oleh para Pemegang Saham dan Pemegang Saham Pengendali Bank NTT adalah perbuatan melawan hukum, karena tidak sah dan cacat secara hukum. Di PN Klas I Kupang Izhak Rihi dinyatakan menang oleh Majelis Hakim, tetapi ketika kuasa hukum PSP, para pemegang saham Seri A dan Seri B naik banding ke pengadilan tinggi dan Izhak Rihi kala. Kuasa hukum Izhak Rihi ajukan kasasi ke MA RI. Kini lagi menanti keputusan dari MA RI apakah kemenangan ada pada pihak Izhak Rihi atau membenarkan keputusan RUPS yang memecat Izhak Rihi 6 Mei 2020. Rakyat NTT sedang menanti dengan harap-harap cemas.

Sementara Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho usai RUPS Bank NTT, Senin 20 Maret 2023 menyampaikan klarifikasi terkait kasus pemberhentian mantan Dirut Bank NTT Izhak Eduard Rihi. Izhak Eduard Rihi yaitu Dirut Bank NTT periode Juni 2019-Mei 2020. Alex usai RUPS Ia menjelaskan dalam hasil RUPS Luar Biasa Nomor 18 tanggal 6 Mei 2020 diputuskan Izhak Eduard Rihi diberhentikan sebagai Direktur Utama Bank NTT kala itu. Menurut Alex, pemberhentian Izhak Eduard Rihi sebagai Dirut Bank NTT kala itu karena dinilai tidak cakap oleh seluruh Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan seluruh pemegang Seri A dan B.

Sedang Alex Riwu Kaho dipecat oleh PSP, pemegang Saham Seri A dan Seri B. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT di Kantor Gubernur NTT Rabu 8 Mei 2024 selain memecat Alex Riwu Kaho selaku Dirut Bank NTT juga memecat Komisaris Utama Juvenile Jodjana, Direktur Kredit Stven Mesakh dan Komisaris Inpender Frans Gana.

Alex Riwu Kaho dipecat karena ada indikasi karena terlibat dalam berbagai kasus seperti kasus yang hingga kini tidak diproses hukum berdasarkan LHP BPK RI perwakilan NTT ditemukan adanya potensi kerugian senilai Rp50 miliar ditambah potensi bunga Rp10,5 miliar dalam pembelian MTN PT SNP oleh Bank NTT, kasus penutupan Kantor Cabang Bank NTT Surabaaya, kredit Rp 100 miliar dan berbagai kasus selama kepemimpinan direksi empat tahun sejak 2020 hingga kini juga perjalanan dinas gubernur tahun 2022 yang menelan dana 17 miliar rupiah.

Dikutip dari infobank.com, mantan Dirut Bank NTT Amos Corputy menambahkan, keputusan RUPSLB NTT ini masih harus disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Nanti masih disampaikan ke OJK,” tambah Amos. Sementara usai mengganti empat pengurus Bank NTT, Ayodhia Kalake enggan memberikan komentar saat hendak di-doorstop awak media yang sudah menunggunya.

Pj Gubernur NTT itu memilih ‘kabur’ melalui pintu belakang ruang kerjanya diduga untuk menghindari wartawan yang ingin mengonfirmasi hasil RUPSLB Bank NTT. Hal ini menimbulkan tanda tanya bagi banyak pihak. Sebelumnya, masalah “copot mencopot” yang dilakukan oleh para Pj Gubernur NTT terhadap beberapa direksi.

Seperti diwartakan portal OKe NUSRA, Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stef Messakh berpeluang jadi tersangka oleh penyidik Kejari Kota Kupang beberapa tahun lalu namun terkesan didiamkan APH. Bahkan sudah pernah melakukan sidak sita barang bukti namun kasusnya kini terkesan diam. Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang ketika itu memeriksa Direktur Kredit Bank NTT, kurang lebih 9 jam. Usai pemeriksaan oleh penyidik Kejari Kota Kupang akhirnya menemukan titik terang dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit senilai Rp 5 miliar kepada Rahmad alias Ravi oleh Bank NTT.

Dalam kasus ini, tim penyidik Tipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang telah mengantongi sejumlah nama yang bakal dijadikan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit senilai Rp. 5 miliar ini. “Yang jelas penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, telah mengantongi sejumlah nama dalam kasus ini untuk dijadikan sebagai tersangka,” kata Kajari Kota Kupang, Banua Purba, S.H, M.H, Kamis 19 Januari 2023 malam. Menurut Kajari, dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit senilai Rp. 5 miliar di Bank NTT dipastikan bakal menyeret sejumlah nama pada Bank NTT bahkan bisa dikatakan Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Mesakh berpeluang dijadikan sebagai tersangka.

“Saya tegaskan bahwa sejumlah nama sudah kami kantongi untuk dijadikan sebagai tersangka dari pihak Bank NTT. Dan, saya juga mau katakan bahwa Direktur Kredit Bank NTT juga berpeluang jadi tersangka,” tegas mantan Asisten Pengawasan Kejati NTT ini. Selain dari pihak Bank NTT, lanjut dia, sejumlah nama dari pihak lain selain Bank NTT turut diseret dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit senilai Rp. 5 miliar ini.

“Selain dari Bank NTT, ada juga dari pihak luar Bank NTT misalnya dari BPR Chista Jaya ataupun pihak debitur. Tapi, saya belum bisa pastikan siapa – siapa. Namun, semua saksi berpeluang jadi tersangka korupsi tergantung peran masing – masing saksi dalam kasus ini,” ungkap Banua.Ditambahkan Kajari, dalam waktu dekat ini penyidik Tipidsus Kejari Kota Kupang segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit senilai Rp 5 miliar di Bank NTT.

Seperti sudah diwartakan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) resmi melantik Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank NTT 22/10 tahun 2020. Pelantikan Dirut Bank NTT defenitif tersebut dilakukan setelah enam bulan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Harry Alexander Riwu Kaho dilantik menjadi Direktur Utama Bank NTT berdasarkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini ditandai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020 (RUPS-LB 2020). ♦ wjr