Zet T. A, Kajati NTT Mampukah Tuntaskan Kasus Korupsi di NTT

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality

EXPONTT.COM – Zet Tadung Allo adalah Kepala Kejaksaan Tinggi NTT yang baru. Orang NTT sangat menaruh harapan kepada Kajati yang kerap disapa Zet T.A ini. Ia seorang anak yang lahir tahun 1969 di Seulawesi Selatan tepatnya di Tana Toraja ini, sudah mencatat sejumlhah prestasi soal penanganan perkara.Dari sejumlah warta media, selama 23 tahun pria yang lahir di Tana Toraja 49 tahun lalu itu telah berkarir sebagai seorang jaksa.

Diwartakan borneonews.vom. Zet Tadung Allo bercerita, bahwa dirinya menjadi seorang Jaksa merupakan sebuah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Peranya sebagai penegak hukum merupakan sebuah tugas dengan tujuan yang sangat mulia.
Berpegang pada motivasi dan juga prinsip-prinsip sebagai seorang wakil negara dalam menenegakan hukum, membuatnya mampu memberikan kepastian hukum, kemanfaatan hukum atau keadilan bagi masyarakat.
Dalam karirnya sebagai sebagai seorang jaksa, sudah berbagai posisi jabatan telah diduduki oleh beliau. Zet Tadung Allo pernah menjabat sebagai seorang Kajari di Kabupaten Luwu, Staf Pembina di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, bahkan beliau pernah menjabat sebagai salah seorang penyidik KPK.
Sepanjang karirnya tersebut, sudah banyak kasus yang berhasil ditangani. Baik itu pidana biasa maupun khusus. Terhitung juga sudah puluhan kasus tidak pidana korusi yang berhasil beliau tangani.Prestasi menangani masalah hukum apa lagi mantan penyidik KPK tentu membawa angin segar sehingga kasus-kasus korupsi terkait kerugian keuangan Negara dan daerah NTT seperti yang terjadi di Bank NTT bisa dituntaskan dengan kehadiran Zet.T.A di bumi Flobamora.

Dalam masa jabatan yang masih singkat, yakni belum genap sebulan sebagai seorang Kajari, Zet Tadung Allo telah menorehkan sebuah prestasi dengan berhasil menangkap seorang Staf Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provonsi Kalimantan Tengah dalam Operasi Tangkap Tangan beberapa hari yang lalu. Seperti Kredit Fiktif Bank NTT, yang pernah ditangani Kejari Kupang, kasus MTN Rp 50 Miliar, dan masih banyak kasus kredit misalnya yang merugikan keuangan daerah NTT serta sejumlah kasus yang tidak dituntaskan Kejaksaan Tinggi NTT. ♦ wjr