Stanislaus Ngawang, ”Joseph Nae Soi dan Emi Nomleni Pasangan Yang Sangat Cocok Bangun NTT 2024-2029”

EXPONTT.COM – Salah satu pasangan yang sangat cocok memimpin Provinsi NTT 2024-2029 menurut mantan anggota DPRD NTT, Ketua Partai Hanura dan Ketua Fraksi Partai Hanura selama lima tahun Stanislaus Ngawang ialah Dr. Drs. Josef Nae Soi dan Emi Nomleni.

”Kedua sosok politisi sangat cocok, untuk memimpin NTT. Keduanya orang jujur, murah hati, dan sangat berempati kepada rakyat. Rakyat NTT menghendaki kedua figur ini pimpin NTT 2024-2029. Ibu Emi politisi santun, mantan LSM dan sangat keibuan. Kami orang Manggarai sangat mengidolakan kedua sosok ini. Untuk programnya membangun NTT keduanya sudah berpengalaman. Pak Jos pernah Wakil Gubernur berpasangan Viktor Bungtilu Laiskodat, sedangkan Ibu Emi sudah sangat berpengalaman sebagai anggota DPRD dan lima tahun menjadi Ketua DPRD NTT. Emi wanita besi tetapi bersahaja dan mantan pegiat LSM ” katanya kepada expontt. com beberapa waktu lalu.

Menurut Stanis, kalau Pak Jos Nae Soi jadi terpilih sebagai Gubernur NTT dipastikan PON bisa diselenggarakan di NTT. “Beliau sangat dikenal dikalangan pejabat penting di Jakarta dan Ketua KONI Pusat. Saya bisa pastikan dan sangat optimis,” jelas Stanislaus Ngawang. Mantan Anggota DPRD NTT dari PDIP Servas Lawang bahkan sangat senang kalau Jos Nae Soi berpasangan dengan Emi Nomleni.“ Keduanya sangat berpengalaman, sosok rendah hati dan punya empati terhadap pembangunan NTT. Kita mengharapkan dan saya kira rakyat NTT pasti memilih Jos Nae Soi dan Emi Nomleni. Untuk lima tahun kedepan NTT diharapkan dipimpin oleh sosok Jos Nae Soi dan Emi Nomleni. Kalau Pak Jos Nae Soi telepon sampaikan salam saya,” kata Serva Lawang pengurus Partai Perindo NTT kepada expontt.com Sabtu 9 Juni 2024.

Dr. Drs. Josef Nae Soi, M. M. putera asli Ngada yang lahir 22 September 1953 pernah  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2018—2023 mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat  dan mantan anggota DPR RI dari partai Golkar. Saat pemilihan anggota DPR ia berada pada daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur 1 yang meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Manggarai Timur. Saat ini, Jos Nae Soi adalah Ketua PMI NTT merangkap Ketua KONI NTT. Jos Nae Soi juga menjabat staf ahli Menteri Hukum Dan HAM RI sejak tidak menjadi Wakil Gubernur NTT.

Pada periode 2009 hingga tahun 2014, Josef A. Nae Soi tergabung sebagai anggota Komisi V yang menggeluti bidang Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal. Ia berhasil menjadi anggota DPR RI dengan dukungan 53. 798 suara.

Politisi yang memiliki filosofi “fortiter in re suaviter in mondo” (tegas menuntaskan masalah, ramah dalam penyelesaiannya) ini memulai pendidikan dasar hingga menengah atas di Flores. Kemudian, Ia sempat menjadi guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere Flores mulai tahun 1970 hingga tahun 1972 sebelum kemudian hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studi di Universitas Atma Jaya Jakarta. Selepas meraih gelar S1, ia melanjutkan ke jenjang S2 Managemen di Sekolah Tinggi Ilmu Management LPMI Rawamangun-Jakarta.

Rekam jejak kehidupannya mulai meningkat pada tahun 1987 ketika Ia menjadi Dosen Altri Kehakiman Jakarta. Kemudian, Ia melanjutkan pekerjaannya menjadi Pembantu Direktur III Altri Kehakiman Jakarta yang dijalaninya mulai tahun 2000 hingga tahun 2005.

Sosok yang murah hati, murah senyum dan tanpa cacat dalam berpolitik ini, ibarat sebatang kayu yang lurus dan kukuh. Falsafah kuno bilang kayu yang lurus dipastikan cepat ditebang untuk digunakan.

Sementara sejumlah politisi PDI Perjuanganpada peresmian gedung di Ledalero beberapa waktu lalu yang enggan namanya ditulis, memastikan Partai Golkar dan PDI Perjuangan sedang menggarap koalisi untuk mendukung Josef A Nae Soi dan Emi Nomleni dalam pentas Pemilihan Gubernur NTT 2024-2029. .

Supaya rakyat NTT ketahui, dalam sejarah perpolitikan NTT, Emi merupakan sosok wanita pertama yang maju dan bertarung sendiri tanpa pasangannya untuk kampanye agar bisa bersaing dengan tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur NTT lainnya tahun 2019.

Sosok wanita tangguh itu yaitu Emi Nomleni yang kalah itu berpasangan dengan Marianus Sae yang tersandung masalah. Waktu itu, Emi nyaris memenangkan pertandingan walau hanya maju sendiri dan kemudian memang pasangan Jos Nae Soi dan Viktor Bungtilu Laiskodat yang menang dan memimpin NTT sampai 5 September 2023.

Sejak kecil, Emi hidup dalam keberagaman. Hal inilah yang membuat perempuan yang selalu mengedepankan pluralisme dan kebhinekaan dalam setiap perjuangan politiknya. Sang ayah dari suku Timor, Mama dari Kupang. Emi sudah dua periode menjadi anggota DPRD NTT sampai pada titik pincak sebagai Ketua DPRD NTT periode 2019-2024 ini juga pemerhati anak-anak.

Wanita pertama

Kilas balik, Emi Nomleni adalah seorang calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Cagub NTT Marianus Sae saat itu yang terjerat hukum ketika ditangkap oleh KPK beberapa waktu jelang penetapan calon.

Dalam sejarah perpolitikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emi merupakan sosok wanita pertama yang maju dan bertarung sendiri tanpa pasangannya untuk kampanye agar bisa bersaing dengan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lainnya.

Dalam sebuah kesempatan kepada pewarta Antara, ia mengatakan walaupun sendiri ia akan tetap berjuang sampai titik darah penghabisan dalam sistem perpolitikan di provinsi berbasis kepulauan itu. “Saya tetap maju. Saya yakin pasti bisa dengan dukungan dan doa dari teman-teman saya, ” ujarnya

Pasangan Marianus Sae dan Emi Nomleni atau yang dikenal dengan Paket Marhaen diusung oleh Partai PDI Perjuangan dan PKB untuk maju dalam Pilgub Juni 2018 mendatang.

Dalam Pilgub 2018, ada empat pasangan bakal calon yang akan bertarung, masing-masing Viktor Lasikodat-Yoseph Nae Soi (Victory-Joss), Esthon Foenay-Christian Rotok (Eshton-Chris), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni), serta pasangan Marianus Sae-Emilian Nomleni.

Paket Victory-Joss diusung Partai NasDem, Golkar dan Hanura dengan kekuatan 24 kursi di parlemen, paket Esthon-Chris didukung Partai Gerindra dan PAN, pasangan Harmoni didukung Partai Demokrat, PKS dan PKPI, serta pasangan Marianus-Nomleni didukung PDIP dan PKB. ♦ wjr