Puluhan Siswa SMPN 8 Kupang Keracunan MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan siswa SMPN 8 Kupang dilarikan ke RS SK Lerik diduga keracunan MBG, Selasa (22/7/2025)
Puluhan siswa SMPN 8 Kupang dilarikan ke RS SK Lerik diduga keracunan MBG, Selasa (22/7/2025)

EXPONTT.COM, KUPANG – Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Kupang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Selasa, 22 Juli 2025.

Puluhan siswa tersebut dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, mulai dari RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, RS Siloam dan RS Leona.

Dari pantuan ExpoNTT.com, nampak puluhan siswa terkulai lemas di UGD SK. Lerik Kupang, ada juga yang menjerit karena kesakitan.

Jaki Banu, siswa kelas VII SMPN 8 Kupang mengaku, ia merasakan sakit perut sejak pulang sekolah. “Sakit perut mulai dari jam 12 siang setelah pulang sekolah.

Baca juga:  Dipimpin Isidorus Lilijawa, Ini Susunan Pengurus IKADA 2026-2029

Setelah itu mau tidur malam, sakit lagi. Dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi perut masih sakit, mau tidur tidak bisa,” ungkapnya ketika ditemui wartawan di RS S.K Lerik, Selasa, 22 Juli 2025.

Ia mengaku mengkonsumsi MBG yang dibagikan di sekolah, sehari sebelumnya, Senin, 21 Juli 2025. Makanan yang dibagikan berupa nasi, rendang, sayur kacang panjang.

Baca juga:  Besok, Oceania Vista Merapat di Kupang, 400 Turis Disambut Gubernur NTT

Orang tua Jaki, Jonathan Banu mengungkapkan rasa khawatir akan kondisi anaknya yang  diduga keracunan tersebut. “Kita rasa gelisah karena lihat anak begini banyak rasa sakit yang sama. Kita sebagai orang tua khawatir dengan kondisi anak kita,” ungkapnya.

Ia membenarkan keluhan Jaki yang merasakan sakit perut sejak pulang sekolah. “Pas mau tidur malam masih mengeluh sakit perut,” ujarnya.

Baca juga:  Hanura Buka Suara Soal PAW Anggota DPRD Kota Kupang Mokrianus Lay

Siswa lain, Jordan Doko, siswa kelas VIII SMPN 8 Kupang mengaku ada ulat di pisang dan daging yang dibagikan kepada mereka.

“Lauk yang kami makan itu ada nasi, rendang, sayur kacang panjang, tahu dan pisang. Di pisang dan daging itu ada ulat dan baunya sudah tidak enak,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan anak SMPN 8 Kupang masih menjalani perawatan di RS SK Lerik. (*)