EXPONTT.COM – Ini kisah fakta suatu hari, sekitar 35 tahun lalu bertamu lah Meka Mbao ke Meka Wali. Meka Mbao ayah dari Yohanes Weru bilang,” Mo, aku perlu wawi. Odang aku Zu tanah nggaku Ale Nggololoe.”
Meka Wali bilang,” Ao odhang.” Maka keduanya bersepakat, Meka Wali kasi babi kepada Meka Mbao. Meka Mbao bilang,” Kita muri zua sepakat na. Imot ngito taun wae kte. Odhang tana kenang Zu nggau.”
Maka Meka Wali buat rumah di Nggololoe, menghidupkan istri dan anak-anak dari hasil yang di tanam di kebun itu. Membesarkan anak dan tinggal di tanah ini lebih dari 30 tahun.
Ketika Bopo Rindong ibu dari Nadus Ndari meninggal di kuburkan di halaman rumah di Nggololoe, juga sejumlah keluarga meninggal juga di kubur pada lahan yang sama.
Suatu ketika Meka Wali sekeluarga pindah ke kampung Waka kebetulan kakak adik dari meka Wali seperti Meka Rewut dan meka Rupe dan saudara lain semua di Waka.
Dan kehidupan meka berjalan seperti biasa damai dan sejahtera hingga Meka Wali meninggal dan di kuburkan di Mondo tanah Meka Dona Rendok.
Kini terjadi persengketaan antara anak Almarhum Meka Mbao dan Nadus Ndari anak dari Meka Wali dan Bopo Rindong. Entah mengapa Yohanes Weru membuat sertifikat diatas tanah ini tahun 2017 tanpa sepengetahuan Nadus Ndari dan pemilik lahan kiri kanan depan belakang sesuai aturan agraria atau BPN sekarang. Pemilik lahan kiri kanan Alo Angin almarhum dan Yosep Saki tidak ada pemberitahuan. Yosep Saki yang saat ini tinggal di Nggololoe kepada expontt.com mengaku tidak pernah diberi tahu saat pengukuran untuk urus sertifikat. Juga tetangga pemilik kebun sekitar lahan yang disengketakan ini.
Tetapi Yohanes Weru kepada expontt.com menyatakan, “Saya akan tetap mempertahankan tanah Maka Mbao neneknya.” Hari ini Jumat 21 November 2025, polisi dari Polsek Riung akan bertemu dengan kedua keluarga ini di Nggololoe untuk fasilitasi kasus ini.
Kapolsek Riung Marthin dan anggota akan hadir di Nggololoe sekalian santap siang bersama kedua keluarga ini. Diharapkan ada titik temu. ♦ wjr
Kisah Tanah Nggololoe Antara Meka Mbao dan Meka Wali Kini Nadus Ndari dan Yohanes Weru Berseteru








