Rencana dan cita-cita Ansar Usman membangun Masjid di Tengah Pemukiman Penduduk Liliba ditolak warga dan Pemkot Kupang

EXPONTT.COM – Sangat luar biasa seorang tokoh muslim Ansar Usman asal Lamaholot bisa membangun dan merencanakan pembangunan sebuah mesjid di tengah pemukiman padat penduduk di kawasan Liliba Kota Kupang bernilai ratusan juta dengan pagar setinggi tiga meter.
Padahal seorang Ansar Usman selaku ketua yayasan hanya seorang pensiunan PNS dari kabupaten Kupang. Rencana dan cita-cita Ansar Usman ditolak warga bahkan Pemkot Kupang melalui Dinas PUPR sudah dua kali tegur tertulis dilarang membangun tetapi Ansar Usman terus membangun dan warga sekitar sudah pula protes karena tidak memiliki ijin dan persetujuan sesuai peraturan tiga menteri dan forum kerukunan umat beragama atau FKUB.
Persyaratan minimal dukungan tertulis di lengkapi KTP minimal 60 sampai 90 warga juga ada ijin pemerintah kota Kupang. Sampai sejauh ini Walikota Kupang Christian Widodo sudah menegaskan bahwa tidak ada larangan jika sudah memiliki dan memenuhi syarat.
Sementara warga muslim seperti sudah di wartakan media hanya berjumlah empat KK dan sekitar lima ratus meter ada mesjid angkatan udara.
Seorang warga kepada expontt.com menjelaskan,” Dukungan yang dihimpun Ansar Usman diduga fiktif karena semua warga dari luar. Patut diduga yang memberi KTP Kepada Ansar Usman dibayar mungkin lima puluhan ribu. Kami warga akan tetap menolak sampai kapan pun dan sudah ajukan protes kepada Walikota Kupang beberapa hari lalu,” tegas seorang warga yang minta tidak ditulis namanya.
Ansar Usman seperti ditayangkan A1 Chanel beberapa hari lalu membantah semua tuduhan warga.”Saya akan terus membangun dan terus berusaha memenuhi persyaratan seperti yang di tetapkan tiga menteri dan FKUB,” tegas Ansar Usman. ♦ wjr