EXPONTT.COM – Mantan anggota DPD RI sepuluh tahun, tokoh Timor dan dosen serta ahli pemerintahan Jonathan Nubatonis mengaku prihatin dengan polemik dan viral di media sosial terkait Bupati Ngada Rey Bena yang melantik Sekda Ngada 6 Maret 2026 lalu. Jonathan berpendapat,” sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku seorang gubernur tidak punya kewenangan untuk memecat atau memberhentikan bupati, kecuali bupati itu meninggal dunia atau mengundurkan diri karena terlibat kasus tercela sehingga harus atau karena sakit kronis.
@raepauriwutawa0 Jonathan Nubatonis siap fasilitasi mendamaikan Gubernur NTT dan Bupati Ngada dan siap undang tokoh agama Uskup Agung Kupang dan Uskup Agung Ende
@raepauriwutawa0 Jonathan Nubatonis siap fasilitasi mendamaikan Gubernur NTT dan Bupati Ngada dan siap undang tokoh agama Uskup Agung Kupang dan Uskup Agung Ende
Sekda sudah di Lantik oleh bupati mungkin bupati ada kekeliruan secara administratif dan atau kendala teknis sehingga terjadi kemarahan gubernur NTT Melki Laka Lena. Kasus ini bisa alot sementara pemerintahan berjalan terus dan rakyat Ngada harus di layani dengan baik.
Saya sebagai tokoh orang Timor menyarankan agar kasus ini diselesaikan dengan baik dan bijak. Karena ini akan merugikan nama baik kedua tokoh NTT yang hebat Melki Laka Lena dan Bupati Ngada. Saya sarankan berdamai. Karena gubernur berada di tanah Timor mungkin bisa Tokoh gereja katolik seperti Uskup Agung Kupang dan Uskup Agung Ende bisa kompromi dengan kedua pemimpin NTT Melki Laka Lena dan Bupati Ngada Rey Bena berdamai.
Hidup ini hanya sementara dan memimpin hanya lima tahun. Masa isi waktu hanya dengan berantam yang tidak produktif dan membahagiakan rakyat. Ini saran saya karena damai itu indah. Ya mungkin bisa Bupati Ngada minta maaf secara adat potong babi atau kerbau simbol kasih dan perdamaian.
Pemimpin NTT jangan perlihatkan hal kurang baik di mata masyarakat Indonesia. Saya mendoakan supaya kasus ini bisa selesaikan dengan baik dan bijak serta beradab Dimata Tuhan. Ini hanya saran semoga Tuhan berkati.”
Demikian Jonathan Nubatonis kepada expontt.com Senin 9 Maret 2026 dihadapan sejumlah wartawan yang di undangnya sekadar berbagi pengalaman. ♦ wjr








