Partai Demokrat & Jefri Riwu Kore

NAMA lengkapnya Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, S.E., M.M yang lahir di Kupang, 13 Januari 1960 dan ditahun 2021 genap umur 61 tahun. Karir politiknya sangat gemilang. Karirnya mulai dari bawah, jadi pengusaha sukses, dosen di sebuah perguruan tinggi di Bali dan kini Wali Kota Kupang periode 2017—2022. Jefri, demikian disapa, pernah Anggota DPR RI Fraksi Demokrat 2 periode yakni 2009—2014 dan 2014—2016.
Dari Senayan, langkah politiknya mulus seperti layaknya naik kelas, langsung menjadi Walikota Agustus 2017. Tahun sebelumnya Jefri merebut pimpinan Partai Demokrat NTT melengserkan Jhoni Kaunan dengan manufer salah satu Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Pramono Edhi besan SBY.

Ya ini sekedar kisah waktu lalu. Saat ini, menyusul kisruh didalam tubuh Partai Demokrat setelah KLB Deli Serdang 5 Maret 2021, Jefri berjuang keras membela sang Ketua Umum AHY dan di media televisi, online terlihat Jefri terus berdampingan dengan AHY kemana-mana. Jefri sejenak melupakan tugas pokoknya sebagai Walikota Kupang beberapa minggu walau rakyat Kota Kupang sedang dalam ancaman Covid-19 yang sudah merenggut 200an nyawa. Kemarin, sekembali dari Jakarta setelah berjuang berdarah-darah bersama AHY dan seluruh pengurus dari seluruh Indonesia, Jefri langsung lihat-lihat atau bahasa krennya tinjau lapangan di Kali Dendeng.

Konon proyek Kali Dendeng ini, dalam rangka pemenuhan air bersih Kota Kupang, seakan bertanding atau bersaing dengan masyarakat yang ramai-ramai bisnis air tangki dan dimana-mana air tanah disedot. Ratusan mobil tangki melayani masyarakat Kota Kupang walau di musim hujan Januari sampai Maret ini karena kelangkaan air.

Ada kendala besar yang sejak awal kepemimpinannya sebagai Walikota Kupang termasuk sudah tandatangan dengan Titu Eky sebagai Bupati Kupang kala itu dan berakhir Desember 2020, masalah air di Kota Kupang tak bisa diatasi. Rakyat Kota Kupang terus kekurangan air. Ditambah masalah rumit dan belum juga terpecahkan yaitu pengelolah air di Kota Kupang terdiri PDAM Kabupaten dan PDAM Kota Kupang. Rakyat Kota Kupang dilayani dua perusahaan. Dilema berkepanjangan.