VBL Diperintah Tuhan Datang ke NTT

EXPONTT.COM – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku di perintah Tuhan datang ke NTT untuk membangun daerah dan rakyatnya. Itulah pernyataan VBL panggilan Gubernur NTT dalam acara perdamaian denga tokoh adat Sumba beberapa waktu lalu. Berita sudah viral di berbagai medsos.

Permintaan maaf Gubernur NTT kepada Umbu Maramba Hawu dan warga Sumba Timur atas kejadian sebelumnya ketika VBL menyebut “monyet kau” dalam sebuah acara terkait masalah tanah lahan adat di Sumba timur.

Acara perdamaian Sabtu 12 February 2022 di rumah besar Kampung Adat Lambanapu Kabupaten Sumba Timur terbilang fenomenal.

Baca juga: Wisatawan Mancanegara Lebih Kenal Teddy’s Beach, Kini Wajahnya Berubah

Tetapi adalah voxntt.com portal yang dulu dipimpin Pius Rengka yang sudah jadi sahabat VBL dan dijadikan staf khusus memberitakan kalau VBL gagal memimpin NTT. Saya sengaja mengutip berita dari voxntt,com,

Dalam beritanya voxntt menyebut, Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat disebut gagal dalam melaksanakan programnya selama tiga tahun memimpin provinsi itu.

voxntt kemudian ditinggalkan Pius Rengka yang gencar memawarkatan kegagalan VBL. Voxntt.com memberitakan dengan mengutip pernyataan Alfred Baun, “Program unggulan di bawah konsep Pak Gubernur kami sebut gagal,” tegas Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi) NTT Alfred Baun di Kupang Desember 2021.

Baca juga: Maria Dolores Rita Haryani, SE Sekwan Ketiga Kota Kupang Yang Rendah Hati

Alfred menjelaskan, program yang dicanangkan Gubernur NTT yakni, tanam kelor, dan program ikan kerapu yang nilai invetasi sampai ratusan miliar namun hasil jual tidak sampai ratusan juta.

“Keseimbangan antara anggaran dan pendapatan jauh berbeda,” katanya.

“Program lain yakni, Tanam Jagung Panen Sapi, Sophia, gagal juga,” imbuh dia. Tidak hanya itu, Alfred menyebut program ternak sapi milik Gubernur NTT juga gagal. Selanjutnya, terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kata dia, di awal Gubernur NTT bicara soal TKI dengan menyiapkan lapangan kerja juga gagal.

“Pengiriman mahasiswa untuk studi ke luar negeri juga gagal total,” lanjut Alfred. Setiap rabu, ASN wajib saling bertutur dalam bahasa inggeris juga gagal Meski begitu, dalam dua tahun tersisa, Alfred berharap ada evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi NTT agar memperbaiki semua janji di awal kepemimpinan yang sudah disampaikan kepada publik.

Baca juga: 8 Pernyataan & Kebijakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang Tuai Pro Kontra Dalam Tiga Tahun

Portal nasional antara,memberitakan,” Pengamat Pertanian dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Zet Malelak menilai bahwa program kerja Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dan wakilnya Josef Nae Soi yang sudah berjalan selama satu tahun lebih ini dianggap gagal setelah semuanya programnya tak berjalan.

“Saya melihat bahwa apa yang dilakukan oleh pemimpin NTT saat ini saya sebut gagal. Dan baru kali ini NTT dipimpin oleh para pemimpin yang hanya bisa berwacana saja,” katanya di Kupang, Selasa 3 Desember 2021 dilansir dari antaranews.com.

Hal ini disampaikan ketika diminta tanggapan dirinya soal program kerja dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT setelah selama setahun memimpin NTT.
Menurut dosen pertanian itu, gubernur dan wakil gubernur tidak punya visi dan misi atau perencanaan untuk membangun NTT.

Baca juga: Belum Ada Titik Terang Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Randy Badjideh Bisa Bebas 31 Maret 2022

Selama ini menurut dia program-program kerja yang disampaikan hanyalah wacana.

“Di sektor pertanian, misalnya, apa yang dilakukan. Tidak ada, sebab semuanya hanya serba wacana saja,” ucap dia.

Menurut dia masih lebih bagus mantan gubernur NTT Frans Lebu Raya, mempunyai program di sektor pertanian seperti anggur merah serta sektor peternakan.

Walau pun, kata dia untuk anggur merah ada kekurangannya, namun hal itu berjalan dan sebagian masyarakat merasakan manfaat tersebut, sementara Gubernur Viktor B Laiskodat menurutnya lebih banyak pada berbicara.

Baca juga: Tak Semua Tenaga Honorer Bisa Diangkat Jadi PNS, Ini Syaratnya

Ia menduga staf-stafnya yang tak bekerja dengan benar, sehingga program-program yang direncanakan tak berjalan dengan baik, bahkan tak berjalan sama sekali.

Ia pun berharap di tahun kedua nanti, Viktor bisa menunjukan apa yang sudah dijanjikan saat kampanye untuk menjadi gubernur di provinsi berbasis kepulauan itu.

Lasarus Jehamat seorang pengamat dari Undana menilai pemerintah NTT belum fokus melaksanakan program kerja pembangunan setelah satu tahun kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakilnya Josef A Nae Soi.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael: Mobil yang Digunakan Pelaku Tidak Hanya Satu

“Belum terlihat ada perubahan yang signifikan terhadap pembangunan NTT dalam satu tahun kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur NTT. Rencana pinjaman dana dari China untuk pembangunan jalan provinsi juga masih sebatas narasi,” tutur Lasarus Jehamat.

Selain itu, kata dia, pemerintah provinsi lebih banyak membuat narasi tanpa ada aksi sehingga berbagai program pembangunan yang telah direncanakan tidak terealisasikan secara baik.

“Rencana pinjaman dana Rp1 triliun dari pihak pemerintah China hanya sebatas narasi tanpa aksi sehingga pelaksanaan pembangunan daerah ini juga menjadi tidak optimal,” katanya menegaskan. ♦

Baca juga: Dua Hari Tak Pulang ke Rumah dan Mengaku Dicabuli, Siswi SMA di Kupang Laporkan Pacar ke Polisi