“VBL Bersafari Politik Lembata Flores”

Wens John Rumung

♦ Catatan Wens John Rumung

 

SAYA mencoba cermati kunjungan kerja dari Lembata sampai Labuan Bajo Manggarai Barat. Perjalanannya diatur sedemikian rupa sehingga kesannya menarik dan mendapat simpatik masyarakat Flores. Saya berpendapat ini safar politik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laikodat atau kerap dipanggil dengan VBL yang dimulai Kamis 7 April 2022. Dicermati secara seksama atau sepintas, kunjungan kali ini, adalah kunjungan politik memperkenal diri sambil mendopleng promosi Bank NTT yang adalah milik rakyat NTT. Menurut saya ini kunjungan syarat dengan muatan politik. Mengapa, pada kunjungan kali ini, Sekda Ben Polo Maing yang akan pensiun 1 Juni 2022 diikut sertakan? Selama ini, Sekda adalah penjaga dapur menyelesaikan berkas administrasi ke-Sekdaan Pemda NTT ketika gubernur atau wakil gubernur keluar daerah.

Hati ini tergelitik menulis catatan ini, karena pada Sabtu, 9 April 2022 pagi saya menelepon sahabat saya Josep A. Nae Soi yang juga Wakil Gubernur NTT mengaku sedang berada di kampung halamannya yang religius Mataloko Ngada. Hanya menjawab singkat dan berjanji menelepon lagi. Artinya beberapa hari tiga orang pejabat penting sedang tidak berada di Kupang alias ruangan kerja tidak ada penjaga.

Sesuai agenda kunjungan Gubernur VBL dari 7 – 29 April 2022. Tidak ada yang menjelaskan, apakah Sekda Ben Polo Maing akan mendampingi gubernur sampai 29 April atau hanya mendampingi gubernur untuk wilayah Lembata dan Flores Timur? Kita lihat saja pada Senin, 11 April 2022 apakah di hari kerja ini, Sekda akan kembali pada tugas pokoknya. Seorang politisi, dari Partai Perindo Servas Lawang berpendapat,” Jangan-jangan VBL akan gandeng Ben Polo Maing sebagai pendampingnya pada Pilgub 2024. Ya bagus dan cocok.”

Penerawangan Servas Lawang yang sudah malang melintang di politik ada benarnya juga. Mengapa, karena Ben Polo Maiing pernah sekda dan sudah berpengalaman birokrat dan beragama katolik serta dari Flores. Artinya tidak bersama lagi Jos A. Nae Soi? Rakyat NTT sedang menanti pasangan yang pas.

Yang pasti bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berakhir September 2023 belum berhasil sesuai 11 janji pada masa kampanye 2018 lalu.

Akhir-akhir ini, banyak netizen yang mempertanyakan kinerja gubernur dan wakil gubernur dalam membangun NTT. Bukan tanpa alasan, karena memang program gubernur NTT yang seperti tidak berjalan sebagaimana apa yang dikatakannya.

Artinya, apa yang disampaikan oleh Viktor Laiskodat tidak diikuti dengan perbuatan atau mampu diterjemahkan staf. Saya juga ingin mendapat penjelasan VBL atau Joas Nae Soi. Serperti sudah lazim bertamu ke pejabat memang sulit. Masih ingat dalam ingatan kita kesebelas janji itu seperti yang sudah di rekam google.com sebelas janji yaitu dalam waktu 5 Tahun, akan ada 10.000 anak muda NTT mendapat beasiswa pendidikan formal dan keterampilan ke luar negeri, masalah perdagangan manusia di NTT diberantas, tiap kabupaten (22 kabupaten) akan ada pusat atau balai pelatihan kerja, di Rote Ndao akan ada sekolah tinggi pelayaran, jalan-jalan khusus jalan propinsi di NTT akan segera di bangun dan ditingkatkan kualitasnya. Sekaranag sudah mendapat pijaman Rp 1,3 Triliuun untuk membangun 11 ruas jalan propinsi, di tiap desa, akan ada posko informasi untuk melacak dan menyebarkan adanya informasi darurat, dapangan pekerjaan terbuka untuk seluruh masyarakat desa di NTT, NTT akan menjadi penghasil garam terbesar di tanah air, seluruh masyarakat NTT akan menikmati air bersih, Puskesmas terapung di daerah terpencil dan NTT akan mempunyai industri perikanan di sepanjang laut Flores.

Yang masih segar dalam ingatan kita ada program yang namanya shopia. Ini minuman keras dan diproduksi di NTT dan telah pula dilanunching di Undana. Seorang pejabat penting undana bilang launching hanya sekitar 7 botol tetapi diakuinyaa tidak ada lab. Ada pula program bagus ASN di lingkungan Setda NTT wajib berkomunikasi dalam bahasa Inggeris setiap Rabu. Setiap hari Rabu dari pengamatan saya tak satupun ASN yang omong dalam bahasa Inggeris.

Program untuk kesejahteraan rakyat, ”tanam jagung dan panen sapi.” Saya sendiri belum membaca sudah berapa ekor sapi yang ekspor ke Jakarta atau sudah berapa jumlah petani yang sejahtera dari tanam jagung panen sapi.

Bidang perikanan ada pula program ikan kerapu. Di kampung saya tepatnya di Buang Kelammbu Riung, proyeknya bernilai lebih dari Rp 7 miliar. Koperasi setempat mengaku baru mendapat penghasilan sekitar Rp 28 juta. Ini data 2021 seusai jawaban salah seorang pengurus. Kepala Dinas Perikanan sudah diganti dengan Plt yang juga Karo Umum George Hadjo.

Sampai sejauh ini, belum ada keterangan resmi gubernur kepada wartawan atau jumpa pers dari Kepala Biro Humas yang kini sudah ganti nomenklaur menjadi Biro Administrasi Pimpinan. Kita mengharapkan Gubernur dan Wakil Gubernur diakhir jabatan menjelaskan secara rinci tentang program. Di media sosial saya belum membaca komentar tentang keberhasilan Gubernur maupun Wagub NTT. Yang pasti bahwa setahun lebih jabatan gubernur dan wakil akan selesai. Gebrakan seorang VBL memang berlian, namun belum bisa diterjemahkan staf secara bagus. Jika gubernur merasa geram dan mengganti atau meliburkan kepala Dinas P dan K, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Badan Pengelolah Perbatasan sangat mungkin karena para pejabat ini kurang berprestasi atau buat gebrakan baru. Saya menilai ada pejabat yang tidak pernah memperlihatkan kinerja yang bagus dan sukses.

Dari kesebelas poin itu, kita bisa menilai, apa saja yang sudah dilakukan oleh Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi dengan tagline VictoryJoss dalam memimpin NTT selama lima tahun.

Yang juga menjadi pertanyaan, apakah VBL akan tetap didukung Partai Nasional Demokrat atau Nasdem. Suatu siang, dalam obrolan lepas saya dengan VBL di ruang kerja Surya Paloh tidak lagi mendukung VBL. Entah ini benar atau tak sengaja omong. Masih dua tahun menuju 2024, peta politik selalu berubah sesuai kepentingan. Kisah ini bersinambung sampai 2024. VBL selalu berpendapat, “NTT Bangkit merupakan suatu gerakan restorasi untuk mendobrak batu penghalang kemajuan dan berani keluar dari masa lalu dan masuk ke dalam masa pengharapan. ♦