Ayhodia Kalake Nam’kak

♦ Catatan Wens John Rumung

NAMA Penjabat Gubernur NTT September 2023-2024 Ayodhia Kalake menurut Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kampanye terbuka di desa Nifukani Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Pada Sabtu 6 Januari 2024sebagai pejabat  nam’kak. Yang kalau diterjemahkan,” bodoh, tanganga dan bisa berbuat apa-apa “ untuk kemajuan rakyat NTT. Viktor Laiskodat mau bilang,” kehadiranya Penajabat Gubernur Ayodhia Kalake tak berguna untuk kemajuan NTT.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat
Viktor Laiskodat

Sudah pasti bahwa seorang penjabat gubernur hampir taka da gunanya, kecuali aktivitas rutin. Program yang sudah dilaksanakan Yodhia Kalake di tahun 2023 misalnya, RUPS Luar Biasa Bank NTT 27 November 2023. Yang diharapkan rakyat NTT dengan diadakannya RUPS Luar Biasa berarti wajib melakukan pergantian seluruh komisaris atau Komut, dan seluruh anggota direksi yang selama ini meresahkan masyarakat karena kinerja yang buruk dan hanya menguntungkan diri pribadi atau kroni-kroninya.

Mengapa, karena kinerja Komut dan para direksi merugikan Bank NTT dan para nasabah. Kasus korupsi yang sudah diwartakan media seperti MTN Rp 50 M, diam-diam saja. Padahal tindakan sudah sangat merugikan Bank NTT, penutupan Kantor Cabang Bank NTT Surabaya dan masih banyak kasus yang tidak  perlu saya sebutkan dalam catatan ini karena sudah tersebar luas. Laba yang terus turun dari 2020 sampai November 2023 terus turun,kredit terus meningkat dan sejuta kasus ‘hitam’ namun para direksi tak tersentuh hukum. Menga dan mengapa, o mengapa. Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang.

Kehadiran Ayodhia Kalake sebagai penjabat gubernur yang juga pemegang saham pengendali seharusnya melakukan perubahan dengan digelarnya RUPS Luar Biasa, ternyata hanya evoria belaka.Hasil dari RUPS Luar biasa hanya dalam bentuk kata tanpa perpuatan yaitu “ audit inpenden”. Siapakah, atau lembaga mana  yang menggelar audit inpenden. Sampai dengan saya membuat catatan ini,Rabu 10 Januari 2024 tidak jelas.Bahkan, Ayodhia Kalake terliahat diwarta ‘ bermesra ria’ dengan Dirut dan komisaris pada acara peresmian Bank NTT Cabang Bajawa beberapa waktu lalu di bulan Januari 2024.

Jadi sangat pas yang dibulang Viktor Bungtilu Laiskodat bahwa Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake “ Nam’kak”. Ini istilah memang tidak sopan dan tidak pantas ditujukan kepada seorang pejabat sekelas Ayodhia Kalake, mantan Sekraris Menteri Koordinator Luhut Panjaitan. Sungguh memalukan, karena seorang Ayodia Kalake seharusnya berbuat banyak untuk kemajuan NTT tetapi justerus sebaliknya. Seorang pejabat penting atau orang dekat yang melayani Ayodhia Kalake juga mengeluh,” Pak Ayodhia Kalake itu kaku, entah apa yang ada dalam pikirannya. Seorang Ayodhia Kalake, orang yang hanya duduk di belakang meja tidak mampu berbuat apa-apa”.

Orang NTT hanya pasrah pada kenyataan dimana hanya menyaksikan arogansi para pejabat yang munafik, hanya mengurus kepentingan dan para kroninya.Termasuk Buntilu Viktor Laiskodat yang mengatai Ayodhia Kalake,hanya sebagai “ Pj Gubernur yang mengantikannya itu namkak alias tanganga atau tak punya kemampuan bergerak.” Padahal Viktor Laiskodat juga sama.Selama lima tahun menjadi Gubernur NTT hanya pandai menebar janji.

Saya masih ingat janji VBL mengirim 2.000 pemuda NTT setia tahun untuk belajar  di luar negeri atau 10.000 selama lima tahun. Janji ini juga nol besar, janji pesawat khusus untuk jemput pasien dari kampung-kampung,juga nol besar, tanam jagung panen sapi, hasilnya tak ada, tujuh destinasi wisata juga nol, program ikan kerapu termasuk dikampung VBL Semau dan kampungku di Buangkelambu Riung juga nol dan berbagai program hanya janji muluk. Tetapi seorang VBL pintar dalam mafia anggaran. Pandai putar balik dengan anggaran belanja dari APBD NTT.

Tetapi Tuhan tidak tutup mata. Ada satu program namnya ‘Sophia” sejenis program minuman keras yang direncanakan VBL ketika itu, produksi minuman keras NTT berkadar alcohol di atas 40 persen. Program ini, VBL akali dengan bermain belakang bersama toko penjual minuman keras Toko Nam di Jalan Siliwangi Kupang. Tahun 2019, VBL melakoni drama dengan me-launhcing shopia di Undana. Saya menelepon Rektor Undana waktu Fred Benu. Katanya,” yang dilauching hanya 6 botol tetapi saya kurang tahu ini minumannya memang berlabel shopia tetapi saya tidak tau minuman dari mana, karena tidak ada pabriknya, tidak ada lab, dan tidak ada staf produksi,” itu jawaban Prof Fred Benu.

Selanjutnya, rakyat dipersilahkan menilai berita dan program VBL soal minuman keras merk “shopia”. Rencana VBL hanya sandiwara untuk kepentingan diri dan kroni. Untuk mewujudkan program ini, VBL ketika itu mengundang Dirut Bank NTT kala itu Izhak Eduard Rihi, agar Bank NTT menggelontorkan Rp 35 Miliar,tetapi Izhak tidak mengambulkannya, sehingga VBL memaki Izhak dengan kalimat “ monyet kau”. Tak sekadar dimaki, tetapi Izhak harus korban jabatannya “Dipecat”. Dua tahun kemudian Izhak Rihi baru menggugat ke PN Klas I A Kupang karena  setelah dua tahun, penggantinya tidak punya prestasi atau memajukan Bank NTT tetapi bahkan terus merosot.

Ini saja dulu catatan saya sekadar mengingatkan kita semua di awal tahun 2024 agar dalam memilih pejabat perlu hati-hati. Saran saya jika ada pejabat yang kasi uang agar memilih dirinya, “ Uangnya diterima,jangan memilih orangnya”.♦