Yohanes Landu Praing

♦ Catatan Wens John Rumung

 

 

Nama Yohanes Landu Praing disebut pada RUPS-LB 8 Mei 2024. Oleh peserta RUPS-LB yang terdiri dari PSP, para pemegang Saham Seri A dan Seri B mengkultuskan namanya sebagai Dirut Bank NTT menggantikan Dirut Hary Alexander Riwu Kaho. Sambil menunggu keputusan dari OJK, Yohanes melaksanakan tugasnya sebagai pelaksana (plt) Dirut Bank NTT.

Rakyat NTT selaku pemilik bank mengharapkan Yohanes bisa membawa Bank NTT ke depan yang baik dari Dirut sebelumnya. Diharapkan Yohanes menjadi Dirut (pemimpin) Bank NTT yang bijak bestari, demokratis, visioner,.. multikultural., srategis. suportif, otokratis., transaksional, delegatif dan mengayomi semua, demi kebenaran dan keadilan serta professional. Ini harapan kita semua rakyat NTT. Saya selaku penabung Bank NTT juga mengharapkan demikian. Bapak Yohanes diharapkan menjadi pemimpin Bank NTT selain diharapkan akan selalu mempertimbangkan banyak aspek sebelum mengambil keputusan. Bukan mengambil keputusan untuk sebuah kebijakan berdasarkan keinginan diri, oknum maupun golongan serta menguntungkan diri sendiri atau kelompok teretentu. Ambilla keputusan secara keseluruhan yang menyenangkan semua pekerja atau pegawai Bank NTT .

Pola dan system kepemimpinan sebelumnya biarkan hukum dan publik yang menilai atau menggodam. Saya kebetulan jurnalis yang menulis banyak tentang Bank NTT sejak zaman Umar Said Badjideh masih kantor lama di Terminal Kota Kupang sampai dengan Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho yang sudah diberhentikan RUPS-LB 8 Mei 2024. Saya sebagai jurnalis merasa kurang diperlakukan oleh Dirut sebelumnya,ada nuansa “pilikasi” dan dalam perjalanan, hanya sekelompok jurnalis yang diakomodir boleh bekerjasama dengan Bank NTT. Nilai kerjasama pun tidak sama,ada media yang konon lebih dikenal di beri jumlah dana yang lebih besar, Halnya teman junalis lain diberi secara tidak adil dan merata.

Ada kebijakan seorang jurnalis direkrut menjadi staf pada bagian hubungan masyarakat dan diberi gaji konon lebih dari Rp 15 juta perbulan. Muda-mudahan kedepan tidak lagi demikian. Perlakukan jurnalis, atau media secara adil. Ada jurnalis yang kurang professional pun di akomodir yang penting bisa tulis dengan nada memuji sang pemimpin atau menjelekan yang lain. Berikut, selama empat tahun terakhir, media menghiasi dengan berita tak sedap tentang Bank NTT. Mohon tidak terjadi lagi ke depan pada kepemimpinan Bapak Yohanes.

Suasana nyaman para karyawan perlu pula di kedepankan. Selama kepemimpinan Alex Riwu Kaho dua pejabat Bank NTT diberhentikan yaitu mantan Dirut Bank NTT Izhak Rihi dan Eddy Gaunggus mantan Kepala Cabang Bank NTT di Kefamenanu TTU.Ada persoalan hukum lainnya, peristiwa korupsi, kredit macet dan masih banyak persoalan lain sehingga tidak berita yang menyejukan. Sampai saat ini perkara Izhak Rihi yang dimenangkan Pengadilan Negeri, kalah di Pengadilan Tinggi Kupang dan masih ditingkat kasasi MA RI. Tentu semua ini terjadi karena pimpinan kurang bijak, kurang memperhatikan nasib isteri dan anak dari orang yang dipecat atau diberhentikan. Saya mengharapkan Bapak Yohanes membawa angin segar untuk kita semua dan tidak mengulangi peristiwa serupa sebelumnya.

Dari pengalaman yang saya baca, Bapak Yohanes adalah sosok pemimimpin yang bijak dan mengakomodir semua kalangan demi kemajuan dan kebaikan Bank NTT kedepan. Bapak Amos Corputy adalah seorang mantan Dirut Bank NTT yang mengedepankan keadilan dan kebenaran. Bapak Amos pula yang memperjuangan bersama almarhum Piet A Tallo, almarhum Ovy Wila Huky yang berjuang jiwa dan raga demi menyelamatkan Bank NTT tahun 1998. Nyaris saat ini terjadi sekiranya RUPS-LB 8 Mei 2024 PSP tidak menetujui KUB Bank DKI menyetorkan modalnya senilai Rp 641 miliar untuk menggenapi modal inti minimum (MIM) 31 Desember 2024 sehingga bank tercinta kita ini tidak sampai diturunkan statusnya menjadi bank perkreditan rakyat atau BPR.

Kita rakyat NTT bersyukur kepada PSP yang telah menyetujui agar Bank DKI menyetor untuk menggenapi modal inti minimum sehingga pada 31 Desember 2024, Bank NTT tetap menjadi bank umum dan bank devisa. Saya selaku jurnalis yang sudah 43 tahun berkarya di NTT menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Yohanes Landu Praing sebagai Dirut Bank NTT yang terhormat dan bertabat di mata Tuhan dan mata masyarakat. ♦