Nasib PT Flobamora dan KI Bolok Hanya Sekadar Nama Menghabiskan APBD NTT

Catatan Wens John Rumung Pa

 

Rabu 21 Januari 2026, segerombolan wartawan berdiri di depan pintu ruang rapat DPRD NTT. Saya tanya ada apa teman2 wartawan kerumun di sini. “Kita mau wawancara anggota DPRD NTT yang terus ngotot memperjuangkan agar penyertaan modal untuk PT. Flobamora dan KI Bolok digelontorkan dalam jumlah di atas Rp 10 miliar.”
Wartawan lain bilang, “Bubarkan saja PT. Flobamora dan KI Bolok karena tidak pernah menghasilkan uang untuk APBD NTT.’
Ya, fakta bahwa PT. Flobamora dan KI Bolok hanya nama dan menghabiskan uang dari APBD NTT oleh direksi. Catatan saya silahkan dibantah dan inspektorat periksa dengan cermat.
Halnya Ki Bolok seluas 830 hektar hanya padang kosong sementara gedung kantornya mentereng. Dari Dua 

BUMD ini dari tahun ketahun tidak pernah ada rupiah stor ke APBD NTT. Jikalau DPRD yang tugasnya memperjuangkan demi rakyat NTT coba gelar jumpa pers.
Halnya gubernur NTT Melki Lakalena gelar jumpa pers supaya jelaskan bahwa kedua BUMD ini menguntungkan bagi rakyat NTT.
Ketika Viktor Laiskodat gubernur hanya tempat kan anggota partai kelolah Ki Bolok dan PT Flobamora. Hasilnya kosong, kosong dan kosong. Sama halnya PT 

Flobamora salah usaha feri juga gagal dan kapal feri entah kemana.
Kita atau rakyat NTT mengharapkan gubernur NTT Melki Lakalena bijak menilai secara cermat tetang kedua BUMD ini sehingga tidak sekadar RUPS dan menempatkan seseorang di kedua BUMD ini. Silahkan direksi kedua BUMD ini membantah catatan ini agar rakyat NTT memahami. Tuhan berkati. ♦