Menteri Perdagangan: Pedagang yang Jual Minyak Goreng di Atas HET Akan Ditindak Tegas

harga Minyak goreng
Ilustrasi minyak goreng

EXPONTT.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan, tidak akan memberi ampun bagi penimbun dan pedagang yang menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kemendag akan bekerja sama dengan Mabes Polri untuk menindak tegas para ‘pemain’ minyak goreng tersebut.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyebut, per tanggal 28 Februari 2022 lalu sudah terjadi perubahan harga di dalam negeri, dimana telah terjadi penurunan harga di dalam negeri, meskipun harga di luar negeri masih naik.

Baca juga: Kasus Wakil Bupati TTS Aniaya Sopir Ambulans, Polisi Segera Periksa Saksi

Lutfi mengatakan, menjual minyak goreng dengan harga di atas HET dan menimbun minyak goreng termasuk perbuatan melawan hukum. Sebab, minyak goreng yang beredar merupakan hasil kebijakan pemenuhan kewajiban dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng mulai 1 Februari 2022 yakni harga minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, harga minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan harga minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter.

“Semua minyak goreng yang beredar hari ini adalah minyak DMO. Minyak pemerintah harus dijual sesuai ketentuan pemerintah, yang melawan itu akan saya bawa dan akan kita tindak ke hukum secara tegas,” kata Lutfi, saat ditemui di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Maret.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Kejati NTT Tambah Personel Untuk Teliti Berkas

Lutfi mengatakan bahwa dirinya akan langsung berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menindak para ‘pemain’ yang memanfaatkan keuntungan dari menjual minyak goreng.

“Saya habis ini akan pergi ke Mabes Polri untuk memastikan bahwa ini dijalankan semuanya. Kita mulai hari ini. Kita akan koordinasi ke Mabes Polri,” ucapnya.

Berdasarkan tinjauan hari ini, Lutfi mengatakan masih ditemukan harga minyak goreng pemerintah yang dijual dengan harga mahal. Bahkan ketersediaannya pun masih terbatas.

Baca juga: Siswi SMP di Nagekeo Dicabuli 10 Pria, 7 Pelaku Sudah Tertangkap

Setidaknya ada dua kemungkinan minyak goreng masih mahal di pasaran. Pertama, karena minyak goreng dijual dengan harga mahal. Kedua, penyelundupan yang dilakukan oleh ‘pemain’.

“Jadi ada yang menimbun dan dijual ke industri, atau ada yang menyelundupkan ke luar negeri. Ini perbuatan melawan hukum,” tuturnya.
voi.id

Baca juga: Wartakan Agenda Hariannya, Gubernur VBL Jadi Wartawan