Frans Wangge: Penyerapan anggaran APBD Ende baru segini ni apa kata dunia

Drs. Frans Wangge

MUNGKIN bukan hanya Drs. Frans Wangge yang adalah mantan Anggota DPRD Propinsi NTT dan juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Ende yang mengomentari seperti ini. Banyak juga warga masyarakat Kabupaten Ende lain juga mengomentari yang sama dengan kata-kata atau kalimat yang berbeda.
Tetapi Drs. Frans Wangge yang dikenal banyak oleh masyarakat di Kabupaten Ende tercinta ini mengomentari “Kalau penyerapan anggaran APBD Kabupaten Ende tahun anggaran 2016 baru segini ni, apa kata dunia?,”. EXPO NTT terkejut saat Drs. Frans Wangge menelorkan pernyataan seperti ini ketika diminta komentarnya di salah satu tempat di Kota Ende pada hari Rabu tanggal 28 September 2016.
“Saya tidak percaya kalau keadaan bulan Agustus 2016 penyerapan anggaran APBD Kabupaten Ende baru 19,93 %. Tetapi ketika saya membaca apa yang anda tulis, apalagi dengan merincikan masing-masing SKPD dengan realisasi keuangan dan realisasi fisik ditulis secara benar dan jelas, saya sangat yakin data yang anda sajikan itu benar dan tidak bisa dibantah oleh siapapun dan saya sudah membaca waktu saya masih di Kupang,”lukis Frans Wangge.
Sekarang menjadi pertanyaan kata Frans Wangge, mengapa sampai terjadi seperti ini. Inilah yang harus dijawab oleh Bupati dan Wakil Bupati Ende. Kita selalu melahirkan bahasa penghibur untuk menghibur masyarakat bahwa uangnya tidak hilang karena tahun depan pasti ada lagi. Jika ada bahasa yang seperti ini maka boleh saya lukiskan bahwa hanya untuk menghibur diri.
Pertanyaan Frans Wangge, apakah DPRD Ende tidak melihat?. EXPO NTT mengatakan bahwa setelah berkomunikasi dengan sejumlah anggota DPRD Ende mengatakan bahwa mereka sudah mengingatkan berkali-kali tetapi tidak ditanggapi secara serius. Tetapi Frans Wangge tetap mengatakan bahwa fungsi control tetap ada di DPRD Ende, mereka jangan tunggu ditikungan. Frans Wangge juga minta kepada DPRD Ende untuk jangan terjebak ke dalam istilah ” kanda nau mbola”.
Ketika dipertanyakan EXPO NTT, penyerapan anggaran sampai terjadi seperti ini berdasarkan wiwi riwu lema ngasu karena pimpinan SKPD tidak diberikan kepercayaan penuh untuk mengelolah paket-paket pekerjaaan tersebut atau dengan kata lain mereka tidak kebagian rejeki meskipun paket sekecil apapun, singkat saja dijawab oleh Frans Wangge yaitu bisa ya bisa juga tidak. ♦ rik