‘Nasi Dengan Lauk’ Jadi Penyebab Inflasi di NTT

Kepala Bank Indonesia KantoR Perwakilan NTT, Donny Heatubun / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM – Nasi dengan lauk menjadi salah satu penyebab inflasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Januari 2023. Hal tersebut terungkap saat Konferensi Pers Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan NTT Jumat 3 Februari 2023.

Dalam pemaparan BI NTT, disebutkan data month to month (mtm) secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang menyumbang inflasi adalah komoditas pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, yaitu, nasi dengan lauk (0,13 persen), daging ayam ras (0,12 persen), tomat (0,11 persen) dan beras (0,07 persen).

Namun demikian, inflasi lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas seperti angkutan udara, bensin, ikan kombong, apel, dan jeruk nipis, dengan andil deflasi sebesar -0,13 persen, -0,05 persen, -0,02 persen, dan 0,01 persen.

Baca juga:Amos Corputy: Rekrut Wartawan Aktif di Bank NTT Kebijakan KKN

Sedangkan untuk daerah dengan inflasi tertinggi dicatat oleh tiga daerah yakni, Waingapu sebesar 1,16 persen, Kota Kupang 1,00 persen dan Maumere sebesar 0,92 persen. Data tersebut merupakan perbandingan dengan bulan sebelumnya atau month to month (mtm).

Baca juga:  KemenPANRB: Kota Kupang Punya Pelayanan Publik Terbaik se-NTT

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT Donny Heatubun dalam penjelasannya menyebut, salah satu penyebab inflasi dikarenakan masyarakat NTT yang cenderung nekat membeli komoditi yang harganya sedang melambung.

Baca juga:  Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi Murid Berprestasi dan Yatim Piatu

Donny mengatakan yang menjadi akar permasalahan inflasi adalah demand atau permintaan, dimana permintaan tidak seimbang dengan ketersediaan atau supply yang ada.

Baca juga:Ini Daftar Nama Calon Anggota DPD Yang Akan Bertarung Pada Pemilu 2024

Ia juga menyebut, inflasi bukan sekedar angka dan tak bisa diatur seenaknya. Menurutnya inflasi juga dipengaruhi perilaku ekonomi masyarakat.

Baca juga:  DPRD Kota Kupang Desak Pemkot Segera Selesaikan Masalah PMI

Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat NTT untuk bijak dalam berbelanja sehari-hari demi mengendalikan inflasi di NTT.

“Jika suatu barang sedang mahal kita harus persiapkan komoditas subtitusi yang akan kita beli. Kalau ikan kombong mahal ya kita gantilah dengan ikan yang lain yang lebih murah,” tambahnya.

Untuk itu Donny berharap masyarakat selalu meng-update harga pasar setiap harinya agar selalu bisa berbelanja dengan bijak. “Jadi kalau pagi ibu-ibu pergi ke pasar, sudah tau apa komoditi yang harganya sedang tinggi, jadi sudah punya rencana, apa yang hendak dibelanjakan,” jelasnya.