Ende  

Batu besar belum dipindahkan Masyarakat Desa Nuanaga belum aman

Deker Lowololu Tou jebol lagi

MASYARAKAT Desa Nuanaga di Kecamatan Kotabaru utara Kabupaten Ende sampai dengan sekarang ini sejak terjadinya bencana banjir bandang tanggal 30 Januari 2016 lalu belum merasa aman dan nyaman karena batu dalam ukuran sangat besar yang berada di lereng bukit di kali Aeipo belum dipindahkan. Karena  apabila terjadi hujan lebat dan batu besar itu terlepas dari pegangan maka bencana baru lagi untuk masyarakat desa tersebut.
Sebab bukan tidak mungkin bisa saja ada warga masyarakat di desa tersebut menjadi korban. Hal ini dikemukakan oleh Albert Yani ketika dikonfirmasi EXPO NTT di kediamannya di Roworeke pada hari Senin tanggal 8 Pebruari 2016. Ketika EXPO NTT mempertanyakan bagaimana situasi dan keadaaan masyarakat di desa tersebut akibat hujan lebat yang menguyur pada hari Sabtu tanggal 6 Pebruari 2016, malam.
Untuk sementara, kata Albert Yani, akibat hujan lebat itu memang tidak terjadi apa-apa. Tetapi dari laporan yang saya terima, masyarakat desa tersebut masih belum merasa aman dan nyaman karena batu besar itu belum dipindahkan. Yang terjadi akibat hujan lebat malam itu, deker di desa Tou yang sebelumnya sudah ditangani secara darurat, Jebol lagi sehingga staf saya terpaksa lewat Maumere dan terjadi kecelakaan.
Selain itu, akibat hujan lebat malam itu juga menyebabkan tanggul di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende juga jebol dan malam itu juga langsung ditangani sehingga tidak menghambat atau menghalangi penerbangan. “Satu belum selesai, satu lagi. Tidak apa-apa, sudah menjadi tugas yang sudah dipercayakan kepada saya dan siap melaksanakan,”tuturnya.
Terkait dengan batu besar tersebut, Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W.Petu pada hari Jumat tanggal 5 Pebruari 2016 ketika meninjau lokasi bencana juga menyaksikan dan melihat langsung batu besar. Dan Bupati Marselinus Petu juga sudah mengatakan bahwa batu besar tersebut sesegera mungkin harus dipindahkan dan hanya dengan alat berat saja yang bisa memindahkan batu besar itu. ♦ rik