Ende  

Sekda Ende Hadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXVI Tahun 2022

EXPONTT.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Dr. dr. Agustinus G. Ngasu, M.Kes, MMR, mengikuti puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke XXVI Tahun 2022 secara Virtual dari Ruang Garuda Kantor Bupati Ende, Senin 25 April 2022.

Hadir mendampingi Sekda Gusti dalam peringatan bertema “Proaktif dan BerAKHLAK dengan Membangun Sinergi Pusat dan Daerah dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045” ini, antara lain Inspektur Kabupaten Ende Efrem Diakon Aina, SE, Kepala Dinas PKKB Kabupaten Ende, drg. Muna Fatma, M.Kes, Sekretaris DPRD Kabupaten Ende, Hubertus Valentianus Setyawan, SE, Kepala Badan Kesbangpolda Gabriel Dala, S.Sos, Kabag Pemerintahan Umum Setda Kab. Ende, Antonia C. Ina, Para Kabag serta ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Ende.

Peringatan Hari OTDA ini, dibuka secara resmi mewakili Mentri Dalam Negeri RI, oleh Sekjen Kemendagri, Suhajar Diantoro, serta dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementrian Dalam Negeri Kemendagri dan diikuti oleh seluruh Kepala Daerah se – Indonesia baik secara virtual maupuan tatap muka.

Dalam sambutan Mendagri Tito Karnavian yang dibacakan oleh Sekjen Diantoro, kembali mengingatkan filosofi mendasar terbentuknya OTDA adalah mendelegasikan sebagian kewenangan dan urusan pemerintahan, sejatinya untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali seluruh sumber daya dapat meningkatkan PAD, serta melaksanakan pemerataan pembangunan.

Mendagri menilai penyelenggaraan OTDA yang diawali dengan dilegalkan 26 Daerah Tingkat II percontohan lewat Peraturan pemerintah Nomor 08 Tahun 1995, sampai pada tahun ke tahun 26 ini banyak memberikan dampak positive bagi, diantaranya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta kemampuan Fiskal Daerah.

Namun, berdasarkan data Dirjen Keuangan Kemendagri, Mendagri Tito mengakui terdapat beberapa daerah yang PAD masih dibawah angka 20 persen, dan menggantungkan keuangannnya kepada Pemerintah Pusat melalui transfer ke Daerah dan Dana Desa.

“Hal ini sangat ironis, mengingat kewenangan di daerah namun keuangan masih tergantung pemerintah pusat.” Ungkapnya.

Untuk itu kepada daerah-daerah tersebut Mendagri menegaskan untuk mampu menggali potensi daerah dan kemampuan sumber daya tanpa melanggar hukum, serta pada tataran ini, Mendagri menyampaiakan bahwa tuntutan peran aktiv dan kemampuan leadership serta jiwa kewirausahaan dari Kepala Daerah diasah.

Pada kesempatan ini, Mendagri menyampaikan apreasiasi serta ucapan terima kasih atas kesuksesan daerah – daerah yang berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskal daerahnya.

Dirinya berharap peningkatan ini dapat membiayai program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini kemudian menurutnya berimbas pada peningkatan IPM, menurunkan kemiskinan serta peningkatan konektivitas dan akses infrastruktur yang baik.

Selanjutnya, Mendagri berharap kepada daerah yang PAD dan kemampuan fiskalnya baik namun mengalami kendala dalam peningkatan IPM, untuk melakukan evaluasi agar penyusunan program dan kegiatan APBD tepat sasaran, efektif dan efisien

Mengakhiri puncak peringatan hari OTDA hari ini, Kemendagri meluncurkan dua sistem daring untuk Pemerintah Daerah, yaitu Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (SILPPD) versi 1.1 dan Konsultasi Virtual (KOVI) Otonomi Daerah. ♦ kominfo ende