Keroyok Pemuda Mabuk Hingga Meninggal Dunia, 5 Pria di Flores Timur Ditangkap Polisi

kupang
ilustrasi pengeroyokan

EXPONTT.COM – Seorang pemuda berinisal J warga Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia usai dirinya dikeroyok oleh 5 orang di jalan umum/jalan negara di jalan tanjakan Bama, Desa Bama, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu Razes Pernando Manurung, S.Tr.K yang dikonfirmasi Rabu 21 September 2022 membenarkan kejadian ini.

Kasus ini sudah ditangani pihak Polres Flores Timur dengan laporan polisi nomor LP/B/206/VIII/2022/SPKT/ Polres Flores Timur/ Polda NTT.

Baca juga:Sudah Tersangka, Kepala Dinas Ketahanan Pangan TTS yang Aniaya Staff Belum Ditahan

Kronologi

Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WITA, saat itu para pelaku yang sedang menumpang mobil pikap jenis EPV berwarna hitam dengan nomor polisi EB 8710 CA melaju dari Desa Tabana, Kecamatan Wulanggitang menuju Desa Lewohala Kecamatan Ilemandiri Kabupaten Flores Timur setelah pulang pesta.

Dari arah yang sama korban J juga tengah melaju dengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di tempat kejadian, korban melambung dan langsung menghadang serta menahan kendaraan yang ditumpangi para pelaku.

Saat itu korban J yang diduga sedang dalam keadaan mabuk miras memaki para pelaku dan menanyakan dengan nada menantang “Kamu ini siapa yang jago?!”.

Baca juga:5 Hari Menghilang, Siswi SMP di Kota Kupang Dicabuli Sopir Angkot

Saat itu korban menyatakan demikian sambil menarik salah satu pelaku dari atas kendaraan yang ditumpangi.

Hal ini mengakibatkan tersangka tersebut terjatuh sehingga terjadi pertengkaran.

Salah satu tersangka sempat memukul korban dan diikuti oleh salah satu pelaku lainnya juga ikut menganiaya korban yang mengakibatkan korban tersebut terjatuh.

Setelah itu kedua pelaku tersebut dan juga tiga orang pelaku lainnya langsung secara bersama mengejar korban.

Baca juga:Berkas Sudah Lengkap, Ira Ua Terancam Penjara Seumur Hidup

Karena merasa terancam, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah pinggir jalan dekat tembok pembatas jalan.

Oleh karena kondisi gelap, korban terjatuh kebalik tembok dengan kedalaman sekitar 2,8 meter.

Korban jatuh dengan posisi tersungkur dan posisi kepala dan badan membentur batu yang mengakibatkan korban mengalami luka berat di bagian kepala dan mengeluarkan darah yang sangat banyak.