Kematian Kapten Kapal asal Manado di Kupang, Dua Istri Sempat Cekcok

Proses evakuasi mayat kapten kapal di Alak-Kota Kupang
Proses evakuasi mayat kapten kapal di Alak-Kota Kupang

EXPONTT.COM – Penyebab tewasnya Kisman Kasehung asal Manado dengan 17 luka tusukan masih menjadi misteri.

Namun sejumlah fakta baru diungkap pasca mayat kapten kapal ini ditemukan di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Selasa 23 Maret 2021 lalu.

Sebelum tewas, kedua istri korban, Stefi Baliude (49) dan Mieke Taghulihi (45) sempat terlibat pertengkaran.

Stefi Baliude, istri pertama korban diketahui tinggal di Manado, Sulawesi Utara. Selama korban bertugas di Kupang, korban ternyata memiliki istri lagi, yakni Mieke dan keduanya tinggal indekos di RT 014/RW 005, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Stefi yang mendengar kabar jika korban sakit, terbang dari Manado menuju Kupang, Minggu 21 Maret 2021 menggunakan pesawat Lion Air.

Ia berencana menjemput korban.

Baca juga: Badan Kepegawaian Negara Jaga Transparansi Seleksi CPNS

Setibanya di Kupang sekitar pukul 14.30 WITA, Stefi langsung menuju Pelabuhan Tenau untuk mencari informasi tentang keberadaan korban.

Stefi pun menuju tempat kos korban namun korban tidak berada di tempat.

Stefi sempat bertemu Mieke, istri kedua korban.

Keduanya pun sempat terlibat pertengkaran dan dimediasi oleh ketua RT setempat bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Alak.

Stefi yang tidak memiliki kerabat di Kota Kupang pun menumpang sementara di rumah Ketua RT sambil menunggu korban pulang sehingga bisa bertemu korban.

Namun, Stefi terkejut karena mendapat kabar jika korban telah meninggal dan mayatnya ditemukan dalam kondisi membusuk di lahan kosong.