RUU KUHP: Nge-Prank Kena Denda Rp.10 Juta

  • Bagikan
RUU KUHP

EXPONTT.COM – Fenomena nge-prank akhir-akhir ini menjadi tangga untuk beberapa pembuat konten di media sosial menaikan rating mereka demi mencapai popularitas yang besar.

Namun bagi orang-orang yang suka nge-prank harus berhati-hati, sebab, ancaman pidana menanti.

Seperti yang dilansir dari detikcom, dalam RUU KUHP ancaman bagi pelaku prank diatur dalam pasal 335, selanjutnya pasal itu mengatur:

“Setiap orang yang di tempat umum melakukan kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian, atau kesusahan dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II.”

Baca juga: Program Kartu Prakerja Resmi Dibuka, Ada 44.000 Kuota

Lebih lanjut, dalam Pasal 79 ayat 1 RUU KUHP diatur, ancaman denda kategori II maksimal Rp 10 juta. Selain nge-prank, yang masuk delik ini adalah mencoret-coret tembok di jalan umum.

Bagi yang masih merasa tidak terima di-prank, bisa menggunakan pasal tindak pidana penghinaan. Pasal 439 RUU KUHP mengatur:

(1) Setiap Orang yang dengan lisan menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum, dipidana karena pencemaran, dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.

(2) Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan, atau ditempelkan di tempat umum, dipidana karena pencemaran tertulis, dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.

(3) Tidak merupakan Tindak Pidana jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan untuk kepentingan umum atau karena terpaksa membela diri.

Baca juga: Kronologi Warga Alor Tewas Dihabisi KKB Papua, Sempat Teriak ‘Ampun Komandan’

♦revolusi.co

  • Bagikan