Polda NTT Serahkan Berkas Perkara Pembunuhan Astri dan Lael

  • Bagikan
kabid-humas Polda NTT
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto

EXPONTT.COM – Penyidik Ditreskrimum Polda NTT dan Polsek Alak telah merampungkan berkas perkara pembunuhan ibu dan anak, Astri Manafe dan Lael Maccabee. Polisi Juga telah menyerahkan berkas perkara itu kepada Kejaksaan Tinggi NTT.

Dalam kasus pembunuhan yang menghebohkan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, polisi menetapkan Randy Badjideh sebagai tersangka tunggal.

Randy sendiri telah ditahan di sel Polda NTT sejak awal Desember 2021 lalu, usai dirinya menyerahkan diri.

“Berkas perkara tersangka RB telah rampung,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, Rabu 29 Desember 2021.

Baca juga: Jadwal Final AFF 2020, Catatan Buruk Lawan Thailand Bayangi Timnas Indonesia

Terkait dengan itu, Selasa 28 Desember 2021 telah dilakukan pengiriman berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi NTT sesuai dengan surat nomor: B/2321/XII/2021/Ditreskrimum. “Berkas sudah kita kirim ke kejaksaan,” tambah Krisna.

Penyidik Ditreskrimum Polda NTT dan Polsek Alak sudah melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Kota Kupang selama dua hari, Selasa 21 Desember 2021 hingga Rabu 22 Desember 2021.

“Dua hari rekonstruksi sebagai upaya melengkapi dan menguatkan kesesuaian antara barang bukti, keterangan saksi dan keterangan tersangka,” ujar Kabid Humas Polda NTT.

Krisna juga menjelaskan, pada 27 Agustus 2021 lalu tersangka Randy menyewa mobil dari S yakni mobil toyota rush warna hitam nomor polisi B 2906 TKW dan menjemput kedua korban.

Baca juga: Motif Pembacokan Suami Istri di Rote Ndao, Tersangka Tuduh Korban Punya Ilmu Santet

Dalam kejadiannya, tersangka diketahui mencekik korban Astri selama lima menit hingga meninggal dunia dan hal itu ia lakukan di dalam mobil yang telah ia sewa.

Pembunuhan ini terjadi pada tanggal 28 Agustus 2021 kemudian menelepon salah satu cleaning service di kantor BPK NTT meminjam linggis untuk menggali lubang.

“Tersangka yang membawa jenazah dan menurunkan ke lubang serta menimbun sendiri,” tandasnya.

Pasca pembunuhan, tersangka randy kemudian mengambil tas, handphone serta sandal korban. Tas dan sendal korban kemudian ia bungkus dengan plastik dan dibuang ke pelabuhan Nunbaun Sabu, Kota Kupang.

Baca juga: Aliansi Pemuda NTT – Jakarta Minta Kapolri Turun Tangan Tangani Kasus Pembunuhan Astri dan Lael

Sementara handphone korban, ia rusak dan membuangnya di jembatan Selam, Kota Kupang.

“Reka ulang menguatkan peran Randy sebagai tersangka. Saat ini hanya Randy yang menjadi tersangka dan belum ada tersangka lain,” ujar Kabid Humas Polda NTT.

Penyidik dalam kasus ini telah memeriksa 25 orang saksi serta mengamankan 35 jenis barang bukti termasuk handphone, sepeda motor beat milik tersangka dan sepeda motor milik saksi.

Kabid Humas pun menjelaskan kalau perbuatan Randy tergolong pembunuhan berencana sehingga penyidik menerapkan pasal 340 KUHP sebagai pasal primer dalam penanganan kasus ini.
digtara.com

Baca juga: Brigjen Setyo Budiyanto Dilantik Jadi Kapolda NTT Hari ini

  • Bagikan