Ungkap Oknum yang Hendak Bunuh Randy Badjideh, Buang Sine: Bukti Inboxnya Ada

pembunuh astri dan lael
RD alias Randy, sesaat setelah menyerahkan diri ke Polda NTT

EXPONTT.COM – Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) mengungkapkan fakta terkait upaya oknum lain untuk menghabisi nyawa tersangka RB alias Randy Badjideh, saat hendak menyerahkan diri ke Polda NTT.

Dilansir dari koranntt.com, Oknum yang hendak membunuh Randy Badjideh diketahui berinisial RL alias A. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Lapangan TPFI Buang Sine.

“Saya dapat informasinya langsung dari eksekutor yang hendak membunuh Randy. Jadi ini bukan testemoni. Bukti inboksnya ada,” ujar Buang Sine saat Talk Show di kampus UPG 1945 NTT, Jumat 21 Januari 2022.

Baca juga:Gubernur NTT Akan Kunker ke 5 Kabupaten di Daratan Timor

Menurut Buang Sine, penyidik Polda NTT harus bergerak cepat untuk mencari dan menginterogasi oknum tersebut, terkait siapa yang menyuruhnya untuk membunuh Randy, dan maksud apa Randy harus dihabisi.

“Kalau penyidik berkenan, gabunglah dengan kami untuk sama-sama ke Belu, dan kami tunjukan orangnya, sehingga penyidik yang melakukan interogasi terhadap yang bersangkutan,” tutur Buang Sine.

Buang mengungkapkan, Randy saat itu batal dieksekusi karena terganjal biaya yang diminta oknum eksekutor terlampau tinggi.

“Jadi polisi tolong dalami kasus ini, sehingga ada fakta baru dari kasus ini,” terangnya.

Baca juga:Keluarga Ungkap Hasil Visum Awal, Astri Diduga Dikeroyok dan Dianiaya

Fakta lainnya, kata Buang Sine, sebelum Astri dan Lael dibunuh, ada pertikaian di dalam rumah tersangka Randy dan terdengar oleh tetangga.

“Waktu itu ada satu kata yang diucapkan adalah, Bawa anak itu kesini. Dan semua itu sudah diserahkan ke penyidik, dan kita minta untuk segera ditelusuri,” tegas Buang Sine.

Sementara itu, kata Buang Sine, Santy Mansula mengungkapkan kepada TPFI bahwa eksekutor Astri dan Lael lebih dari dua orang.

Sehingga menurut Buang Sine, polisi harus telusuri untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

Baca juga:Penyebab Kecelakaan Maut Truk di Balikpapan, 4 Meninggal, 1 Kritis, 21 Luka-luka

“Karena ini di omong langsung oleh Santy Mansula. Bukan hasil testimoni yang sering dikatakan Kabid Humas Polda NTT. Karena dari mana Santy tahu, kalau pelakunya lebih dari dua orang,” pungkas Buang Sine.

Sementara Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Setyo Budiyanto, SH, MH, diwakili Kagag Wassidik Polda NTT, AKBP. Dody Ekowijayanto, mengatakan, bukti yang disampaikan Buang Sine merupakan fakta sosial yang akan diuji kevalidannya sebelum dipakai.

“Sehingga ini akan menjadi dasar, ketika kami hendak mendalami dan kepada siapa kita harus meminta keterangan,” jelasnya.

Menurut Ekowijayanto, penyidik Polda NTT sudah memanggil Santi Mansula untuk dilakukan pemeriksaan. Namun keterangan Santi belum mengarah kepada adanya keterlibatan tersangka lain.

“Saat kejadian tidak ada saksi lain yang melihat. Sehingga apa yang disampaikan Santi Mansula tidak bisa dipakai sebagai keterangan saksi,” tandasnya.
koranntt.com

Baca juga:Hasil Visum dan Rekonstruksi Tak Sinkron, Keluarga Duga Pembunuh Astri dan Lael Lebih dari Satu Orang