Polda NTT Temukan Sejumlah Rumah Sakit di Kota Kupang Tidak Maksimal Urus Sampah Medis

Ilustrasi pengelolaan sampah medis /foto: detik.net

EXPONTT.COM – Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT menemukan masih banyak rumah sakit di Kota Kupang, NTT, yang belum mengelola sampah medisnya dengan baik.

Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT melakukan pengawasan terhadap penanganan limbah medis limbah medis disejumlah rumah sakit di Kota Kupang dalam rangka pencegahan dan penyebaran covid-19, demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit lainnya.

“Kami lakukan pengawasan terhadap penanganan limbah medis dalam rangka pencegahan berbagai penyakit, di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang,” kata Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT, Kompol Theodorus Priyo Santosa.

Baca juga: Kesal Tak Disiapkan Makan Malam, Pria di TTS Nekat Tikam Ibu Tiri hingga Sekarat

Menurut Theodorus Priyo Santosa, pengawasan itu dimulai sejak 7-13 Februari 2022, mulai dari koordinasi hingga pengecekan tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah medis di rumah sakit.

“Kami temukan terdapat pengelolaan limbah medis yang belum maksimal,” ungkapnya.

Kompol Theodorus menjelaskan, jumlah limbah medis yang dihasilkan rumah sakit dalam sehari seperti, rumah sakit Siloam Kupang mencapai kurang lebih 100 Kilogram perhari, dengan jenis limba infeksius.

Baca juga: Kesal Tak Disiapkan Makan Malam, Pria di TTS Nekat Tikam Ibu Tiri hingga Sekarat

Sementara di rumah sakit Dedari Kupang jumlah limbah infeksius perharinya kurang lebih 31 Kilogram. Di rumah sakit Boromeus Kupang memiliki incinerator kurang lebih 10-11 Kilogram.

Rumah sakit W. Z. Yohanes Kupang kurang lebih lima kilogram limbah infeksius. Rumah sakit Leona Kupang limbah infeksius kurang lebih 50 kilogram perhari.

Rumah sakit Jiwa Naimata kurang lebih lima kilogram limbah Infeksius. Rumah sakit Mamami limbah sampah Infeksius dan covid perhari kurang lebih 7-8 kilogram.

Baca juga: Kronologi Residivis Pencurian di Kupang Ditangkap, Berawal dari Kunci Motor yang Tertinggal di Rumah Korban

Rumah sakit S.K Lerik Kupang memiliki incinerator, limbah sampah Infeksius kurang lebih perharinya 50-60 kilogram.

“Pengelolaan limbah B3 medis rumah sakit di wilayah Kota Kupang belum maksimal karena hanya terdapat dua jasa transportir satu incinerator yang beroperasi saat ini,” tutupnya.
♦merdeka.com

Baca juga: Jaksa Periksa Mantan Bupati dan Sekda Kabupaten Kupang Terkait Perkara Korupsi Penyertaan Modal ke PDAM