Kasus Pembunuhan Astri dan Lael: Mobil yang Digunakan Pelaku Tidak Hanya Satu

Rekonstruksi Pembunuhan Astri dan Lael 22 Desember 2021
Rekonstruksi Pembunuhan Astri dan Lael / 22 Desember 2021

EXPONTT.COM – Penasehat hukum keluarga Astri dan Lael, menemukan fakta, barang bukti dan saksi baru terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Penkase.

Penasehat hukum keluarga Astri dan Lael, Adhitya Nasution mengungkapkan, pihaknya menemukan barang bukti baru, bahwa mobil yang digunakan oleh eksekutor atau pelaku pembunuhan Astri dan Lael lebih dari satu.

Temuan itu telah dikonfirmasi langsung kepada penyidik Polda NTT yang menangani kasus ini. Penyidik pun membenarkan temuan tersebut.

Baca juga: Avanza Tabrak Scoopy di Kota Kupang, Sopir Mabuk, 1 Orang Dilarikan ke RS

“Mobil itu lebih dari satu, dan kami temukan itu. Ini diaminkan oleh penyidik yang baru,” kata Adhitya, Jumat 18 Februari 2022.

Adhitya mengungkapkan, temuan mengenai mobil yang lebih dari satu ini sebenarnya bukan fakta baru, namun belum pernah diungkapkan ke publik.

Menurutnya, kejanggalan lain yang harus dituntaskan oleh penyidik adalah rekonstruksi yang menyatakan bahwa Astri mencekik Lael.

Ia menilai adegan tersebut sangat janggal, sebab hasil otopsi tidak pernah menyatakan adanya bekas cekikan di leher Lael dan hanya ditemukan tanda-tanda pembekapan.

Baca juga:Dewan Pastoral Stasi dan KUB Stasi St. Agustinus Bello Dikukuhkan 

“Harusnya polisi bisa mengembangkan itu. Ada fakta baru, mengarah ke barang bukti baru, dan mengarah ke saksi baru. Jangankan ada tersangka baru. Kami minta pasal penyertaan dulu, 55 dan 56,” ungkap Adhitya.

Ia menguraikan, selain mobil pihaknya juga menemukan bahwa ada CDR (Call Data Record) ditemukan di TKP yang baru yakni di Gereja Soar dan Patung Garuda.

“Barang bukti CCTV diambil penyidik. Memori atau hardisk diambil. Tapi katanya tidak ada isinya. Barang bukti itu diambil setelah penemuan jenazah,” jelasnya.

Baca juga: Kontak Tembak Kembali Terjadi di Papua, KKB Bakar Pemukiman Warga

Adhitya Nasution menegaskan, barang bukti serta TKP merupakan data-data lama yang belum mau diungkapkan ke publik.

“Jadi ini sebenarnya bukan data-data baru, ini data lama yang belum diungkap oleh penyidik,” tegasnya.

Adhitya berharap adanya sprindik Kapolda NTT yang baru bisa mengungkapkan fakta-fakta baru terkait pembunuhan Astrid dan Lael.
koranntt.com

Baca juga: Kota Kupang Waspada Covid-19, 33 Kelurahan Zona Merah