Pria di Sumba Timur Rampok Mahasiswi, Uang Curian Dikirim ke Orangtua di Kampung

Ilustrasi Pencurian (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

EXPONTT.COM – Fander Tay Kahe a Marak alias Fander (25) ditangkap Tim Buser Polres Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) karen amencuri tas berisi uang milik seorang mahasiswi bernama Marnianis Paji Jiara (20).

“Kita tangkap pelaku tadi malam sekitar pukul 19.20 WITA, setelah sempat kabur selama satu bulan,” ungkap Kapolres Sumba Timur AKBP Fajar Widyadharma Lukman, Selasa 15 Maret 2022.

Dilansir dari kompas.com, Pria asal Desa Mbatapuhu, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur itu ditangkap di sebuah rumah milik warga Perumnas, Waingapu.

Baca juga: Bocah 6 Tahun di Manggarai yang Dirudapaksa Tetangganya Masih Terbaring Lemas di RSUD Ben Mboi

Penangkapan itu, berdasarkan laporan polisi nomor : LP/B/31/II/2022/SPKT/Res Sum Tim/Polda NTT, tanggal 17 Februari 2022.

Kronologi Perampokan

Peristiwa terjadi pada Jumat 11 Februari 2022 lalu sekitar pukul 16.00 WITA. Korban saat itu sedang berada di dalam rumah kontrakannya di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.

Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan berupaya merampas tas milik korban.

Baca juga: Nekat Curi Anjing Gunakan Potasium, Seorang Pria di Kupang Diikat di Pohon oleh Warga, Videonya Viral

“Di dalam tas korban berisi uang sejumlah Rp 2,5 juta,” ujar Fajar.

Korban yang enggan memberikan tas miliknya sempat melawan dan terjadi pergelutan antara keduanya, hingga akhirnya pelaku membanting dan menindih korban. Kemudian pelaku menekan kepala korban.

Pelaku kemudian mengancam akan menikam korban menggunakan pisau yang dibawanya jika tidak menyerahkan tas yang berisi uang itu.

Dalam keadaan tak berdaya dan terancam, akhirnya korban melepaskan tas yang dipegangnya.

Baca juga: Elon Musk Tantang Vladimir Putin Berkelahi Satu Lawan Satu

Usai mendapatkan tas, pelaku langsung meninggalkan kontrakan korban menggunakan sepeda motor.

Korban baru melaporkan kasus itu ke polisi beberapa hari kemudian, setelah berembuk dengan keluarganya.

Usai menerima laporan, polisi pun melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Pelaku kini telah ditahan di Mapolres Sumba Timur dan diterapkan sebagai tersangka.

“Pengakuan pelaku, uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk membeli barang sembako dan sirih pinang. Sisanya sebanyak Rp 2 juta diberikan kepada ayahnya di Mbatapuhu, Kecamatan Haharu,” ujar Fajar.
kompas.com

Baca juga: Pria yang Bunuh Istri yang Sedang Hamil di Kota Kupang Divonis 13 Tahun Penjara