Siswi SMA di Rote Ndao Jadi Korban Pemerkosaan Ayah Kandung, Dilakukan Berulang Kali

Ilustrasi pemerkosaan

EXPONTT.COM – OW (16), seorang siswi SMA di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga menjadi korban pemerkosaan oleh ayahnya SP (37).

Aksi tersebut juga diduga sudah lama dan berulang kali dilakukan sang ayah dan baru terungkap pada Kamis 7 April 2022, usai korban akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan.

Dilansir dari telisik.id, Kapolres Rote Ndao, I Nyoman Saputra Sandika, menjelaskan, sang ayah melancarkan aksi bejatnya dengan memanfaat suasana rumah yang sepi.

Baca juga: THR dan Gaji 13 ASN Cair Bulan April 2022, Ini Bocoran Besarannya Menurut Aturan

Saat rumah sedang dalam keadaan sepi, pelaku menarik paksa tangan korban ke dalam kamar tidur dan memaksa anaknya untuk berhubungan badan.

Perlakuan ini sudah sering dialami korban. Pelaku selalu mengancam korban apabila menceritakan kejadian tersebut ke orang lain maupun ke sang ibu.

Pelaku mengancam korban apabila melaporkan kejadian tersebut, maka korban atau pun Ibu kandung korban akan dimasukkan ke penjara oleh pelaku.

Baca juga: Listrik Padam Saat Pidato, Gubernur Viktor Laiskodat: “Miskin Tapi Mahal, Inilah NTT”

Karena hal itulah, korban OW memilih untuk mendiamkan kejadian yang ia alami dan terus menjadi korban pemerkosaan sang ayah.

Namun setelah kejadian ini terulang kembali, Ibu kandung korban akhirnya mengetahuinya.

“Ibu kandung korban selanjutnya langsung melaporkan ke Polsek Rote Tengah guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku” kata Kapolres, Senin 11 April 2022.

Baca juga: Lewat Cabang Tilong, Seorang Mahasiswa di Kupang Dikeroyok Pemuda Mabuk

Sementara itu, Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo mengaku, kalau pihak kepolisian sudah menerima dan membuat laporan polisi LP/06/IV/SPKT/Sek Rote Tengah/Res Rote Ndao/Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Polisi juga sudah membuat pemintaan VER (visum et repertum) dan dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi.

“Kasus telah dilimpahkan oleh Unit Reskrim Polsek Rote Tengah ke Unit PPA Satuan Reskrim Polres Rote Ndao dan akan diproses sesuai perundangan yang berlaku,” tandas Anam.♦grb

Baca juga: Warga Kupang Jadi Korban Penipuan Aplikasi Trading NIA, Rugi Hingga Rp.600 juta