Penasehat Hukum Keluarga Korban Sebut Eksepsi Randy Badjideh Bertolak Belakang Dengan Pengakuannya

Adhitya Nasution bersama keluarga Astri dan Lael memberikan keterangan Pers kepada wartawan di PN Kupang, Selasa 17 Mei 2022 / Foto: koranntt.com

EXPONTT.COM – Permintaan untuk membebaskan terdakwa Randy Badjideh dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disampaikan kuasa hukum-nya dalam eksepsi pihak terdakwa pada sidang di Pengadilan Negeri Kupang, Selasa 17 Mei 2022, dinilai sangat bertolak belakang dengan perbuatan terdakwa.

Hal tersebut disampaikan penasehat hukum keluarga korban Astri dan lael, Adhitya Nasution.

“Kita tahu sejak awal bahwa terdakwa ini menyerahkan diri, bukan ditangkap. Artinya ada pengakuan dari terdakwa terhadap perbuatannya,” kata Adhitya, melansir koranntt.com. 

Baca juga:Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Penonton Teriaki Kuasa Hukum ‘Putar Balek’

Adhitya juga mengkritisi pembahasan dalam eksepsi terkait tempus delicti. Menurutnya, pada bulan Januari 2022, Polda NTT telah membentuk tim penyidik baru, yang menemukan fakta-fakta baru dalam kasus pembunuhan terhadap Astri Manafe dan Lael Macabee.

Dari tim penyidik baru tersebut, banyak pula ditemukan bukti-bukti baru. Hal ini harusnya disadari oleh terdakwa dan tim kuasa hukumnya bahwa ada fakta-fakta baru yang ditemukan dalam proses penyidikan.

“Fakta baru ini tidak terlepas dari rangkaian kasus yang sudah ada. Dari sini, kita lihat ada sedikit rancu antara pembelaan dan fakta yang sebenarnya,” jelas Adhitya.

Ia menerangkan, kerancuan yang paling mendasar adalah terdakwa ingin dibebaskan. Hal ini artinya terdakwa menyatakan seluruh dakwaan tidak terbukti dan tidak dapat diterima.

Baca juga:Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Penonton Teriaki Kuasa Hukum ‘Putar Balek’

“Tetapi dakwaan ini kan dari BAP yang mana terdakwa merangkai BAP sendiri. BAP ini dijadikan bahan rekonstruksi dan bahan dakwaan. BAP ini berdasarkan pengakuan dari terdakwa, tapi ini kan sekarang dibantah,” ungkapnya.

Adhitya menyampaikan pihak keluarga berharap ada pengakuan dari pihak terdakwa untuk memperoleh keringanan hukuman.

“Tapi kita lihat tadi (di persidangan, red) sama sekali tidak ada permintaan keringanan, tetapi lebih kepada dibebaskan. Artinya kan mereka membantah seluruh dakwaan yang mana dakwaan itu merupakan turunan dari semua BAP terdakwa sendiri,” pintanya.

Adhitya bersama keluarga Astri Manafe dan Lael Macabee berharap agar hakim tidak menerima eksepsi terdakwa. Ia mengaku optimis jaksa punya cara atau treatment tersendiri untuk mengcounter eksepsi ini.

Baca juga:Endemi Covid-19, Jokowi: Boleh Tak Pakai Masker di Ruang Terbuka

“Harapan kami, eksepsi tidak diterima. Artinya jaksa bisa membuktikan dengan menghadirkan saksi-saksi dan bukti yang vakid terhadap kasus ini. Dengan treatment ini, saya yakin terdakwa tidak akan bisa melepaskan diri dari tuntutan,” tutup Adhitya.

Sementara itu, Jack Manafe selaku saudara korban Astri Manafe mengatakan, pihaknya selalu sabar dan tertib dalam mengikuti persidangan.

Namun fakta yang terjadi pada hari ini, situasi semakin memanas karena penasehat hukum Randy Badjideh membantah dakwaan Jaksa.

“Mereka minta untuk (Randy Badjideh, red) dibebaskan. Ini kan sangat tidak masuk akal. Seharusnya mereka menunjukan etikad baik dengan meminta maaf. Tapi ini sama sekali tidak disampaikan,” tandas Jack Manafe.

Baca juga:KM Sirimau Karam di Selat Ileng Boleng Lembata, 784 Penumpang dan Kru Dalam Keadaan Sehat